Proses perlakuan panas adalah upaya meningkatkan kekuatan dan kekerasan baja dengan cara memanaskan baja sampai temperatur austenit diikuti quench sehingga timbul fasa martensit. Perlakuan permukaan hampir sama prinsipnya namun hanya dilakukan pada bagian permukaan material. Tujuannya adalah untuk mendapatkan komponen dengan permukaan yang keras namun bagian dalamnya masih tetap ulet. Metode perlakuan panas dan perlakuan permukaan yang praktis dapat dilakukan menggunakan pemanas induksi. Pemanas induksi listrik menggunakan prinsip pemanasan akibat arus eddy yang ditimbulkan oleh fluks magnetik yang berasal dari kumparan yang dialiri arus listrik bolak-balik. Perancangan dan pembuatan pemanas induksi berdaya 600 W ini dilakukan dengan merangkaikan komponen-komponen utama yang terdiri atas transformator, dioda, dioda Schottky, transistor Mosfet, resistor, kapasitor dan induktor. Pemanas induksi ini selanjutnya diuji coba untuk melakukan proses perlakuan permukaan pada spesimen baja AISI 1040. Temperatur pada spesimen diukur menggunakan termometer inframerah. Waktu perlakuan divariasikan 1, 2, 3, 4 dan 5 menit, kemudian spesimen di-quench menggunakan media pendingin air. Selanjutnya dilakukan preparasi permukaan mengacu pada standar ASTM E3. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan mesin uji micro Vickers berdasarkan standar ASTM E384. Hasilnya menunjukkan bahwa temperatur maksimum pada permukaan spesimen yang dipanaskan mencapai 7430C. Sementara itu kekerasan maksimum spesimen adalah 372 VHN untuk pemanasan selama 5 menit. Pengerasan efektif yang diperoleh berjarak 1,5 mm dari permukaan spesimen. Kata kunci: kekerasan, martensit, pemanas induksi, perlakuan panas, perlakuan permukaan
Copyrights © 2013