Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisa pengaruh fraksi massa penguat sio2 terhadap kekuatan impak dan struktur mikro pada komposit matrik aluminium menggunakan metode stir casting Grahardian Adi Kusumo; Purwadi Joko Widodo; Wahyu Purwo Raharjo
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.38 KB) | DOI: 10.36289/jtmi.v11i2.53

Abstract

AMC (Aluminium Matrix Composite) using stir casting method is one of the best way to get superior material. This research is to find out the mass fraction influence of reinforcement SiO2 to impact strength and micro structure on aluminium matrix composite. On this research, mass fraction of reinforcement varied between 3%, 6% and 9%. The making of composite use stir casting method. Specimen test is using optics microsope and impact charpy testing machine. The result of research show that increasing SiO2 can increase the impact strength. The highest impact strength happened at specimen 9% mass fraction of SiO2 (0,363 J/mm2). Observation of micro structur show good bonding between reinforcement and matrix on composite.
RANCANG BANGUN PEMANAS INDUKSI BERKAPASITAS 600 W UNTUK PROSES PERLAKUAN PANAS DAN PERLAKUKAN PERMUKAAN Wahyu Purwo Raharjo; Bambang Kusharjanta
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perlakuan panas adalah upaya meningkatkan kekuatan dan kekerasan baja dengan cara memanaskan baja sampai temperatur austenit diikuti quench sehingga timbul fasa martensit. Perlakuan permukaan hampir sama prinsipnya namun hanya dilakukan pada bagian permukaan material. Tujuannya adalah untuk mendapatkan komponen dengan permukaan yang keras namun bagian dalamnya masih tetap ulet. Metode perlakuan panas dan perlakuan permukaan yang praktis dapat dilakukan menggunakan pemanas induksi. Pemanas induksi listrik menggunakan prinsip pemanasan akibat arus eddy yang ditimbulkan oleh fluks magnetik yang berasal dari kumparan yang dialiri arus listrik bolak-balik. Perancangan dan pembuatan pemanas induksi berdaya 600 W ini dilakukan dengan merangkaikan komponen-komponen utama yang terdiri atas transformator, dioda, dioda Schottky, transistor Mosfet, resistor, kapasitor dan induktor. Pemanas induksi ini selanjutnya diuji coba untuk melakukan proses perlakuan  permukaan  pada spesimen baja AISI 1040. Temperatur pada spesimen diukur menggunakan termometer inframerah. Waktu perlakuan divariasikan 1, 2, 3, 4 dan 5 menit, kemudian spesimen di-quench menggunakan media pendingin air. Selanjutnya dilakukan preparasi permukaan mengacu pada standar ASTM E3. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan mesin uji micro Vickers berdasarkan standar ASTM E384. Hasilnya menunjukkan bahwa temperatur maksimum pada permukaan spesimen yang dipanaskan mencapai 7430C. Sementara itu  kekerasan maksimum spesimen adalah 372 VHN untuk pemanasan selama 5 menit.  Pengerasan efektif yang diperoleh berjarak 1,5 mm dari permukaan spesimen. Kata kunci: kekerasan, martensit, pemanas induksi, perlakuan panas, perlakuan permukaan
Cu Addition Effect Analysis on Matrix Of Remelting Piston Aluminium Composite with Silica Sand Reinsforcement to The Impact Strength and Micro Structure on Aluminuim Matrix Composite Using Stir-Casting Method Fajar Paundra; Teguh Triyono; Wahyu Purwo Raharjo
Mekanika: Majalah Ilmiah Mekanika Vol 16, No 1 (2017): MEKANIKA: Majalah Ilmiah Mekanika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mekanika.v16i1.35051

Abstract

AMC (Aluminium Matrix Composite) is material which has a great potential for being developed. This research was done to find effect added of Cu variation for impact strength and microstructure on Al-Si composite. Mass fractions of sand silika is 3% and Cu variation adding is 0, 1, 2, 3 & 4%. Composite manufacture is using stir casting method with stirring 600 rpm during of 5 minutes on semi solid temperature. Speciments were tested using optical microscope and impact charpy testing machine. The value impact of composite without adding Cu is 0,333 J/mm2 after added Cu value down. Until adding Cu 4% the value impact is 0,104 J/mm2. Micro photograph showed the result of porosity and SiO2 unform distribution with the adding of Cu to the composite. From the test results it is known that the strength of the impact decreases with mass fraction addition Cu. This is because the addition of Cu can increase the porosity and formed CuAl2 phase which are brittle.
Peningkatan Potensi Wisata dengan Pemasangan Outdoor Fitness sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Desa Karangasem Kab. Sukoharjo Wijang Wisnu Raharjo; Kuncoro Diharjo; Dody Ariawan; Wahyu Purwo Raharjo; Bambang Kusharjanta; U Ubaidillah
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i1.45314

Abstract

Jumlah usia muda yang tinggi perlu diberikan pembinaan fisik dan mental agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas di masa mendatang. Warga berusia muda di desa yang sudah mendapat informasi secara mudah juga memerlukan sarana olah raga fitnes yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Alat ini akan memberika kesempatan kepada para pemuda untuk membentuk kesegaran jasmaninya dan berinteraksi sosial. Konsep itu dituangkan dalam bentuka pengembangan taman dan alat fitness outdoor sebagai alat kesehatan/pembinaan fisik masyarakat. Alat fitness yang dipasang pada ruang terbuka dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan berwisata di satu objek wisata yang sedang dikembangkan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat secara tidak sadar mulai kembali bergerak secara fisik dan menyadari pentingnya berolahraga selain itu juga penyegaran jiwa melalui kegiatan wisata alam. Dengan naiknya minat berolahraga dan menekan tingkat kejenuhan diharapkan akan membentuk sumber daya manusia dengan kualitas fisik dan mental yang tinggi. Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret menghadirkan solusi dengan menyumbangkan alat out door fitness yang diharapkan dapat meningkatkan animo kehadiran masyarakat di area pariwisata Gunung Pegat. Alat yang dipasang berjenis self actuation dengan memanfaatkan beban badan sendiri. Alat ini melatih otot lengan dan perut karena kontraksi utama pada area tersebut. Setelah pemasangan alat tersebut, masyarakat antusias memanfaatkan alat – alat yang dipasang.Kata kunci :  Kesehatan; masyarakat;  olah raga;  out door; interaksi, sosial.
The growth of white rot fungi in the biodelignification process of sawdust of Sengon Rahayu, Triastuti; Supriadi, Agus; Ningsih, Ike Warti; Asngad, Aminah; Raharjo, Wahyu Purwo
Biological Environment and Pollution Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Association for Scientific Computing, Electronics, and Engineering (ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/bioenvipo.v3i1.604

Abstract

Sengon-wood sawdust (SWD) is the waste generated from the sawmill industry and can be utilized as making ethanol and pulp because the waste contains high fiber. The material is processed through biodelignification by white rot fungi. The purpose of this study was to observe the growth of Phanerochaete chrysosporium (PC) and Trametes versicolor (TV) in the biodelignification process of wood sawdust Sengon with a single culture and mixed culture with the growth of white rot fungi macroscopic (spread of the mycelium, the color powder, texture powder) and microscopic (surface properties and thickness of mycelium) using Flat Digital Microscope and SEM (Scanning Electron Microscope). This research method used a Completely Randomized Design (CRD) with one factor: the type of white rot fungi; J1: Phanerochaete chrysosporium, J2: Trametes versicolor), J3: a mixture of PC + TV, with each 3 repetitions. The results showed that The growth of single-culture Phanerochaete chrysosporium in the process of biodelignification of sengon sawdust (SWD) is best compared to single-culture TV and co-culture PC+TV. The results of this study provide information on the selection of types of fungi that have the potential to release lignin, which facilitates the process of pulping or alcoholic fermentation for biofuels.
WORKSHOP DIGITAL MARKETING UNTUK SANTRI PONDOK PESANTREN WIRAUSAHA Triyono; Raharjo, Wijang Wisnu; Diharjo, Kuncoro; Ariawan, Dody; Raharjo, Wahyu Purwo; Kusharjanta, Bambang; Nugroho, Arif Setyo
Abdi Masya Vol 5 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v5i2.380

Abstract

Yayasan Usaha Umat Karanganyar (YUUK) adalah yayasan sosial dan pendidikan informal yang berlokasi di dusun Jongkang, Tasikmadu, Karanganyar. Yayasan ini mempunyai unit pendidikan informal yang diberi nama Pondok Pesantren Wirausaha. Pondok Pesantren ini hanya menampung 8 santri yang diutamakan dari keluarga tidak mampu dan putus sekolah. Materi kewirausahaan di Pondok Pesantren ini adalah desain grafis dan sablon kaos. Santri-santri dididik keterampilan tersebut dan tinggal di asrama selama 1 tahun tanpa dipungut biaya (gratis). Seperti namanya, santri di Pondok Wirausaha ini belajar teori dan praktek agar mampu mandiri berwirausaha dengan mengimplementasikan konsep teaching factory. Hasil pembelajaran praktek berupa kaos, MMT dan produk-produk sablon belum bisa terpasarkan dengan baik karena pemasarannya masih menggunakan cara-cara biasa. Untuk itu, santri pada Pondok Pesantren Wirausaha ini perlu dikenalkan pemasaran digital (digital marketing) melalui kegiatan workshop 5 hari dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) memberi pengertian konsep digital marketing, (2) memberi materi digital marketing dengan nara sumber yang berpengalaman dalam digial marketing, (3) pendampingan dalam pembuatan akun dan memasarkan produk melalui akun tersebut, (4) penetapan target capaian pemasaran 3 bulan dan evaluasi. Hasil workshop mampu meningkatkan sustainability (keberlangsungan) Pondok Pesantren karena dengan implementasi digital marketing, santri-santri bisa menjual hasil karya sablonnya ke ruang digital tanpa batas sehingga meningkatkan potensi penjualan yang lebih besar dan keuntungan finansial yang lebih besar. Dengan keuntungan finansial ini, Pondok Pesantren Wirausaha Yayasan Usaha Umat Karanganyar bisa tetap gratis dan bisa meningkatkan kapasitas santrinya sehingga semakin banyak pemuda-pemuda putus sekolah dan dari keluarga tidak mampu bisa menimba ilmu keterampilan dan kewirausahaan.
DEVELOPMENT OF A SPACE-EFFICIENT AND LIGHTWEIGHT STUDY TABLE FOR ISLAMIC BOARDING SCHOOL STUDENTS Raharjo, Wijang Wisnu; Diharjo, Kuncoro; Ariawan, Dody; Raharjo, Wahyu Purwo; Kusharjanta, Bambang; Triyono
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.571

Abstract

This study presents the design, fabrication, and evaluation of a space-efficient, lightweight, and foldable study table intended to enhance learning conditions in Islamic boarding school (pesantren) environments. The table was designed using Computer-Aided Design (CAD) software with a focus on ergonomic principles, particularly a recommended working height of 70 cm to support proper posture. The final product features a durable steel tube frame, a plywood tabletop, and a collapsible leg mechanism, enabling compact storage in limited dormitory spaces. The fabrication process included precision cutting, Shielded Metal Arc Welding (SMAW), and the application of rust-resistant enamel paint, resulting in a total weight of approximately 6.5 kg with a load capacity of 40 kg.To evaluate its effectiveness, five students participated in comparative study sessions using both the old and the new table under controlled conditions. Concentration duration, used as the primary performance indicator, increased from an average of 264 seconds with the old table to 359 seconds with the new one—an improvement of 95 seconds or 36.43%. This enhancement is attributed to improved ergonomic posture, structural stability, and positive psychological effects stemming from user involvement and aesthetic design. The foldable design also allows better space utilization in multifunctional boarding school rooms. Overall, the table demonstrates significant functional and educational benefits and offers a scalable, low-cost solution for learning environments in resource-constrained settings. Future improvements may include using lighter materials and integrating storage or seating features to further improve user experience and usability.