Dengan menggunakan bahan baja untuk ditempa, pengembangan piringan untuk sistem pengereman kendaraan bermotor dimulai. Namun kegagalan berupa patah pada piringan yang ditempa tetap terjadi pada uji ketahanan. Dan kemudian untuk meningkatkan sisi ketahanannya, diperlukan peningkatan ketahanan bahan terhadap fracture yang diakibatkan oleh akumulasi tegangan tensil residual. Untuk meningkatkan ketahanan ini, pembentukan saata penempaan merupakan titik berat peningkatan ketahanan terhadap fracture.
Copyrights © 2009