Kecenderungan relijiusitas dalam seni seyogyanyalah dipandang sebagai sebuah àrealitas yang harus dilihat secara utuh. Sebab sesungguhnyalah antara seni dan àagama bertaut kuatpada kedalaman jiwa dan perasaan yang sangat indah, suatu àzona khusus di balik realitas alam ini. Sejujurnya memang harus diakui bahwa seniÃÂseni keislaman belum banyak disentuh oleh para sen/man kita untuk diberi wama àseni secara tersendiri. Secara murni mereka masih dalam taraf pencarian atau àandaipun ronaÃÂrona itu telah mereka taburkan, barulah sekedar mengimbangi pihaklain yang tidak diwarnai oleh nilaiÃÂnilai yang khas itu. Ataukah memang senyatanyaseni itu sesungguhnya merupakan wilayah tenarangyang mana bolen dimasuki dan àdinikmati oleh sekelompok tertentu saja, sebab nyatanya hanyalah kaum sufi saja àyang telah secara berhasil menemukan keindahan ketuhanan ââ¬Å¾ ààmelalui olah batin àmereka. Sastra sufi merupakan titik temu yang mempertautkan dunia seni dan àwilayah ketuhanan sehingga mampu memberikan sebingkai kepuasan puncak àkeindahan dan kenikmatan keimanan. Mereka kaum sufilah yang secara menggema àtelah mampu menggaungkan innallaha jamyi wa tuhibbu aljamaal sehingga àmerekapun memiliki peran yang cukup penting dalam sejarah Islam, terutama dalampenyebaran agama Islam di berbagai belahan di bumi.Kata kunci: Seni, Filsafat, Filsafat Perenial, Spiritual.
Copyrights © 2003