Penelitian bertujuan mengungk pengaruh pendistribusian alokasi waktu pembelajaran pendidikan jasmani 4 kali per minggu dengan waktu 35 menit per tatap muka terhadap kebugaran jasmani dan perilaku hidup aktif siswa. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Centeh Jalan Pacar No 5 Kota Bandung Jawa Barat. Sampel penelitian yang digunakan, siswa kelas lima yang dipilih secara random sebanyak 80 orang Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan desain penelitian Pretest-Postest control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala sikap dari Likert untuk perilaku hidup aktif dan untuk data kebugaran jasmani siswa, menggunakan tes kebugaran jasmani Indonesia (TKJI). Hasil analisis varian menunjukan bahwa : (1) signifikansi kelompok eksperimen besarnya 0,00 lebih kecil daripada a = 0,01. Artinya Ho ditolak dan H1 diterima, dengan demikian pendistribusian alokasi waktu pendidikan jasmani yang dilaksanakan empat kali dalam seminggu dengan waktu 35 menit per tatap muka memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kebugaran jasmani kelompok eksperimen, (2) gain kelompok eksperimen =-27.13 dan gain kelompok kontrol = -13.07, yang artinya pendistribusian alokasi waktu pendidikan jasmani yang dilaksanakan empat kali dalam seminggu dengan waktu 35 menit per tatap muka memberikan pengaruh yang berbeda terhadap perilaku hidup aktif siswa. dibandingkan dengan pembelajaran pendidikan jasmani satu kali per minggu dengan waktu 140 menit. (3) nilai signifikansinya antara kebugaran jasmani dengan perilaku hidup aktif, hasil pendistribusian alokasi waktu pembelajaran pendidikan jasmani empat kali per minggu dengan waktu 35 menit per tatap muka, = 0,531 > a = 0,01. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kebugaran jasmani dengan perilaku hidup aktif.
Copyrights © 2015