Banyak faktor yang menjadi dasar apabila dipertanyakan
mengapa prestasi petenis Indonesia terutama prestasi atlet seniornya mengalami
kemesorotan, di antaranya dilihat dari sisi organisasi. Pengurus Besar
Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PELTI) selama ini tidak mempunyai sistem
pembinaan sebagai master plan (rencana
induk) yang matang tentang sisi ini, karena sampai sekarang tidak ada rencana
strategis atau rencana operasional yang dijadikan dasar organisasi itu untuk
mencapai tujuan organisasi itu sendiri, termasuk proses pelatihan yang
dilaksanakan oleh Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP. PELTI) yaitu Pemusatan Latihan Nasional
(PELATNAS).Kemerosotan prestasi cabang olahraga Tenis Lapangan dengan tidak
memunculkannya bibit-bibit baru sebagai pelapis atlet yang sekarang berada di
Pemusatan Latihan Nasional, dan kelemahan tersebut diindikasikan dengan
kelemahan sumber daya manusia pelatih yang menangani di Pusat Pendidikan dan
Latihan Tenis Lapangan maka perlu dilakukan penelitian yang menjadi penyebab
kelemahan para pelatih tersebut dalam menangani atlet-atletnya. Dalam
penelitian ini selain kajian dilakukan
secara teoritis dengan mengemukakan hasil pemikiran dari para ahli di
bidang kepelatihan, secara faktual juga di kaji tentang keberadaan para pelatih
yang menangani atletnya di Pusat Pendidikan dan Latihan Tenis Lapangan.
Disamping itu juga dilakukan pula kajian tentang metoda latihan serta
penyusunan program latihan yang dilakukan oleh para pelatih serta bagaimana
pelatih tersebut melakukan evaluasi para atletnya. Data faktual diperoleh secara
survey dari para pelatih itu sendiri dan para atlet yang menjadi penghuni di
Pusat Pendidikan dan latihan Tenis Lapangan.Dari kajian secara teoritik dan
kajian secara faktual akan dihasilkan suatu temuan hasil penelitian. Dari hasil
temuan tersebut akan didapat suatu
konsep tentang perbaikan mengenai sistem pelatihan untuk para pelatih Tenis
Lapangan yang menangani Pusat Pendidikan dan Latihan Tenis Lapangan. Konsep
yang akan dihasilkan adalah berupa suatu model kepelatihan untuk pelatih
berbentuk materi kurikulum kepelatihan secara teori dan praktek beserta jumlah
jam pelatihannya. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan akan dapat
memunculkan suatu materi pelatihan untuk pelatih yang memiliki kompetensi
secara profesional sebagai seorang pelatih Tenis Lapangan di Pusat dan Latihan
Tenis Lapangan Daerah (PUSLATDA).
Copyrights © 2009