Partisipasi adalah salah satu komponen evaluasi hasil belajar yang
diberlakukan di Unesa, dimana kemponen ini terdiri dari dua sub-komponen yaitu
kehadiran dan partisipasi. Partisipasi terdiri dari frekwensi bertanya dan
berargumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi kemampuan bertanya dan berargumentasi mahasiswa S-1
Penkepor (538 orang) dan Penjaskesrek (512 orang) dalam
matakuliah evaluasi pengajaran. Metode yang digunakan adalah metode
penelitian tindakan tiga siklus.
Data dikumpulkan melalui check list berupa frekwensi bertanya dan atau
berargumentasi. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian
adalah: (1) Tingkat kehadiran mahasiswa S-1 Penkepor pada siklus I
sebesar 78%, meningkat pada siklus II menjadi 80%, dan meningkat pada siklus
III menjadi 82%, sedangkan mahasiswa S-1
Penjaskesrek pada siklus I sebesar 87%, pada siklus II menurun menjadi 85%, dan
pada siklus III meningkat menjadi 92%. Secara keseluruhan tingkat kehadiran
mahasiswa pendidikan FIK Unesa sebesar 84%. (2) persentase interaksi di kelas
oleh mahasiswa S-1 Penkepor pada siklus I sebesar 43%, menurun pada siklus II
menjadi 41%, dan meningkat pada siklus III menjadi 64%, sedangkan pada
mahasiswa S-1 Penjaskesrek pada tahap I hanya 31%, meningkat pada tahap II
menjadi 63%, dan meningkat pada siklus III menjadi 72%. Secara keseluruhan
persentase mahasiswa pendidikan yang berinteraksi di dalam kelas sebesar 52%,
sisanya selama satu semester hanya datang, duduk, dengar, tulis, pulang (D3TP).
(3) Analisis korelasi antara tingkat kehadiran mahasiswa dengan nilai
matakuliah Evaluasi Pengajaran sebesar 0,65, sedangkan korelasi antara
interaksi mahasiswa di kelas sebesar 0,83. Kesimpulan penelitian ini adalah
tindakan yang dirancang dan dilaksanakan pada setiap siklus memberi dampak pada
peningkatan partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan dan juga meningkatkan
frekwensi interaksi mahasiswa. Tetapi hasil ini belum memuaskan karena 48%
mahasiswa masih masuk kategori aliran D3TP.
Copyrights © 2011