Pembelajaran inovatif adalah suatu proses pembelajaran
yang dirancang sedemikian rupa sehingga berbeda dengan pembelajaran pada
umumnya yang
dilakukan oleh guru (konvensional). Tentu perbedaan
ini harus mengarah pada proses dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya.
Pembelajaran inovatif lebih mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada
siswa. Proses pembelajaran dirancang, disusun dan dikondisikan untuk siswa agar
belajar. Dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, pemahaman konteks siswa
menjadi bagian yang sangat penting, karena dari sinilah seluruh rancangan
proses pembelajaran dimulai. Hubungan antara guru dan siswa menjadi hubungan
yang saling belajar dan saling membangun.Ada beberapa alasan mengapa
pembelajaran di sekolah harus melibatkan siswa secara aktif dan menyenangkan,
diantaranya adalah (1) PP 19/2005: Standar Nasional Pendidikan, (2) Manusia
pada hakekatnya terdiri atas lahir (fisik) dan batin. Pembelajaran akan
berhasil bila anak terlibat secara utuh dalam kegiatan pembelajaran baik secara
fisik maupun batin, (3) Otak manusia terdiri atas tiga yaitu otak reptile, otak
mamalia dan otak neo cortek, bila seseorang dalam keadaan tertekan, tidak
senang, takut, tegang, marah maka semua informasi yang diterima oleh otak akan
diteruskan ke otak reptil, sedangkan bila seseorang dalam kondisi senang,
tenang, dan rileks maka semua informasi yang diterima akan diteruskan ke otak neo cortex atau
otak berpikir. Pembelajaran inovatif yang bisa diterapkan di Sekolah Dasar
antara lain model kooperatif tipe STAD, kooperatif tipe TGT, kooperatif tipe
jigsaw, Model Chirdren learning in Science, Model pembelajaran langsung, Strategi Giving Question and Getting
answers, Critical Inciden (Pengalaman
penting), Prediction Guide (Tebak
Pelajaran), Reading Guide (Panduan
membaca), Question Student Have
(Pertanyaan dari Siswa), Silent Demonstration (Demonstrasi Bisu), Peta Pikiran dan Belajar Sekaligus Bertindak.
Copyrights © 2008