Pengembangan
kemampuan berpikir kristis dan kreatif serta memecahkan masalah yang berkaitan
dengan kehidupan siswa adalah penting.
Kesadaran ini perlu dijadikan pijakan dalam pengembangan kurikulum dengan
mengedepankan pembelajaran konstekstual. Untuk itu para guru perlu berbuat,
merancang secara serius pembelajaran yang didasarkan pada premis proses belajar.
Kemampuan berpikir kristis dan kreatif dapat dikembangkan melalui kegiatan
pembelajaran. Kemampuan itu mencakup beberapa hal, di antaranya,(1) membuat
keputusan dan menyelesaikan masalah dengan bijak, (2) mengaplikasikan
pengetahuan, pengalaman dan kemahiran berpikir secara lebih praktis baik di
dalam atau di luar sekolah, (3) menghasilkan idea atau ciptaan yang kreatif dan
inovatif, (4) mengatasi cara-cara berpikir yang terburu-buru, kabur dan sempit,
(5) meningkatkan aspek kognitif dan afektif, dan (6) bersikap terbuka dalam
menerima dan memberi pendapat, membuat pertimbangan berdasarkan alasan dan
bukti, serta berani memberi pandangan dan kritik.
Copyrights © 2009