Pelangi Ilmu
Vol 4, No 1 (2010)

KIAT SASTRAWAN MENEBAS PENGUASA MELALUI WAJAH-WAJAH KITA DALAM SASTRA DUNIA

Dr. Zuriyati, (Unknown)
MPD, (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Feb 2010

Abstract

Abstrak Bertolak dari realitas kehidupan, wajah-wajah kita saat ini sedang terbakar api modernisasi, kita sedang terombang ambing antara bahagia dan sengsara dalam konstelasi modernisasi di segala lapangan. Nyatalah bahwa dampak modernisasi itu tidak mutlak membuat manusia bahagia lahir dan batin. Ada indikasi bahwa konstelasi tersebut tanpa disadari telah merajam ketenangan batin manusia. Kemajuan di segala lapangan kehidupan telah membuat hakikat dan harkat manusia  menjadi galau. Munculnya konfik yang berkepanjangan membuat semua pihak resah. Kaum petani hidup sengsara sementara yang kaya hidup berpestapora. Busung lapar, demam berdarah dan kurang gizi merata di mana-mana ditambah lagi dengan tingkat kriminalitas yang hampir setiap saat terjadi. Ada bapak memperkosa anak kandung, istri membunuh suami, selingkuh di mana-mana, seseorang menjadi narapidana hanya karena pangkat, harta, wanita dan lain-lain. Merebaknya perilaku yang kontradiktif, yakni sikap mendua hati. Ada suami yang dermawan untuk orang lain, namun sangat perhitungan terhadap istri dan anak-anak. Lembut dan simpati di depan teman dan atasan, namun kejam kepada keluarga. Demikian pula sebaliknya sikap seorang istri terhadap suaminya. Banyak tokoh masyarakat yang haus akan sanjungan dan tepukan tangan orang atas kesuksesannya yang adakalanya dia dapatkan di atas pengorbanan orang lain. Terperangkapnya manusia dalam konstelasi modernisasi yang memprihatinkan itu dipicu oleh kemajuĀ­an teknologi yang tidak dijiwai oleh religi, kesenjangan sosial, harapan yang yang melampui kemampuan, kekecewaan, ketidakadilan, kekejaman, kemiskinan yang teramat parah atau kekayaan yang berlimpah ruah, dan lain-lain. Sastra adalah notulen kehidupan yang jujur. Makin sering seseorang termasuk menelaah karya sastra, yang bernuansa psikologis, sosiologis dan religius, semakin banyak pelajaran yang dapat diambil dalam mengatasi konflik pribadi, masyarakat dan bangsa dalam kehidupan  nyata.

Copyrights © 2010