cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pelangi Ilmu
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
PENERAPAN TEKNIK TIGA FASE (THREE PHASE TECHNIQUE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS ESAI DESKRIPTIF Esti Kurniasih,
Pelangi Ilmu Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Three Phase Technique is a technique which consists of prewriting stage, writing stage, and revising. In this technique, the students are required to prepare themselves from pre writing stage to revising stage. This article describes (1) How Three Phase Technique was implemented to improve the third semester college students of English Education in developing the introductory paragraph (Identification) of descriptive essay and (2) How  Three Phase Technique was implemented to improve the third semester college students of English Education in developing the body paragraph (Description) of descriptive essay? The result of the research in general showed that (1) Three Phase Technique can improve the students ability in writing descriptive essays; (2) Every stage in this technique is very helpful for the students to write descriptive essay, (3) The first stage of this technique (i.e. determining topic and making strategic questions) helps the students to develop the introductory paragraph (Identification) of descriptive essay; (4) All activities in prewriting stage help the students to develop the body paragraph (Description) of descriptive essay. Those activities are determining topic, finding the keywords related to the topic (brainstorming), making strategic questions, and making mind mapping; and (5) The last stage of this technique, i.e. revising, also helps the students to improve their ability in writing descriptive essays.
PENYUSUNAN BUKU AJAR HUKUM PIDANA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PERKULIAHAN MAHASISWA S1 PPKN JURUSAN PMP KN FIS UNESA Emmilia Rusdiana, ; S.h., ; Pudji Astuti, ; S.h. M.h.,
Pelangi Ilmu Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The purpose of this research is to improve the quality and quantity of the textbook. This type of research isqualitative and quantitative. Data with qualitativeresearch involving three specialists who are experts in their fieldsto provide input on the textbook in terms of improving qualityin terms of material, readability (linguistic) and pedagogical whereasin quantitative research data with the percentage of students involves the final value.
KEPEMIMPINAN YANG BERORIENTASI TEORI PATH GOAL DAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN SAMPANG Abu Said,
Pelangi Ilmu Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Salah satu faktor penentu dalam kesuksesan suatu organisasi adalah kapasitas, kapabilitas dan akseptabilitas pemimpin. Teori Path Goal salah satu teori yang aplikabel dan sesuai untuk diterapkan dalam organisasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sampang. Ada 4 (empat) katagori yang dapat diamati sekaligus diterapkan kepada bawahan yaitu: (1) kepemimpinan directive; (2) kepemimpinan supportive; (3) kepemimpinan partisipative serta (4) kepemimpinan yang berorientasi pada achievement.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap segenap fenomena dan peristiwa yang terjadi sehubungan dengan penerapan kepemimpinan yang berorientasi path goal di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dengan rincian fokus (1) pelaksanaan kepemimpinan path goal, (2) disiplin kerja setelah diterapkannya teknik kepemimpinan path goal, (3) faktor penghambat yang dihadapi dalam rangka pelaksanaan kepemimpinan path goal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan, (1) wawancara, (2) observasi dan (3) dokumentasi. Sumber data adalah ; (1) unsur manusia, dengan informan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Sub Dinas ( Kasubdin) dan para Kepala Seksi/Kepala Sub Bagian dan beberapa pegawai, dan unsur non manusia berupa dokumentasi yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif, dengan cara (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi. Sesuai fokus penelitian, temuan-temuan penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut: (1) aplikasi kepemimpinan path goal diketahui bahwa penerapan kepemimpinan direktif, supportif, partisipatif, dan kepemimpinan yang berorientasi pada achievement (prestasi), dilakukan oleh Kepala Dinas dan para unsur pimpinan pada level di bawahnya dengan baik, (2) disiplin kerja pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sampang meningkat, disebabkan karena contoh keteladanan dari para pemimpinnya, adanya dukungan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan pelaksanaan kerja yang efektif,  karena para pegawai juga dilibatkan dalam membuat suatu keputusan penting; (3) kepemimpinan direktif mengalami hambatan bagi pegawai yang berpengalaman serta latar belakang pendidikan yang tinggi, penerapan kepemimpinan supportif mengalami hambatan karena Kepala Dinas  sulit menentukan imbalan apa yang pantas untuk diberikan kepada pegawai yang berprestasi, kendala penerapan kepemimpinan partisipatif, karena tidak semua pegawai mempunyai kemampuan untuk melakukannya, sedangkan hambatan untuk kepemimpinan yang berorientasi achievement (prestasi), adalah wewenang untuk memberikan reward dan punishment berada di tangan Bupati.
KORELASI ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL ANAK DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAMPANG Ali Nurhadi,
Pelangi Ilmu Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The emotional achievement is one of the dimensions that needs attention in order to develop the education because, recently, the result of the research shows the emotional intelligence (EQ) influence more on someone’s success if it is compared to intellectual intelligence (IQ). Meanwhile, one of the students’ succeeded indicators is getting the high achievement. In the other hand, the effort to develop the civic education (PKn) needs to be done because the students’ attention to the civic education also becomes less. For that matter, this research is used as an effort to prove the relation between the emotional intelligence and the learning achievement, especially on the civic education. In this research, there are two variables, they are independent variable (X), that is the students’ emotional intelligence, and dependence variable (Y), that is the learning achievement of civic education. The type of this research is descriptive quantitative analysis with correlational study. The population of this research is the students grade VIII State Junior High School 2 Sampang. Meanwhile, the sample of this research is 60 students and it is gotten by proportional random sampling technique using lottery. The method in collecting data is used by enquette and documentation. The data analysis is using product moment correlation statistic. The result of this research shows that there is correlation between the students’ emotional intelligence and the civic education learning achievement. It is proved from the counting result of calculation r = 0, 696 is bigger than the table r with N=60 in 1% = 0,330 significance standard, meanwhile in 5%=0,254.
KIAT SASTRAWAN MENEBAS PENGUASA MELALUI WAJAH-WAJAH KITA DALAM SASTRA DUNIA Dr. Zuriyati, ; MPD,
Pelangi Ilmu Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bertolak dari realitas kehidupan, wajah-wajah kita saat ini sedang terbakar api modernisasi, kita sedang terombang ambing antara bahagia dan sengsara dalam konstelasi modernisasi di segala lapangan. Nyatalah bahwa dampak modernisasi itu tidak mutlak membuat manusia bahagia lahir dan batin. Ada indikasi bahwa konstelasi tersebut tanpa disadari telah merajam ketenangan batin manusia. Kemajuan di segala lapangan kehidupan telah membuat hakikat dan harkat manusia  menjadi galau. Munculnya konfik yang berkepanjangan membuat semua pihak resah. Kaum petani hidup sengsara sementara yang kaya hidup berpestapora. Busung lapar, demam berdarah dan kurang gizi merata di mana-mana ditambah lagi dengan tingkat kriminalitas yang hampir setiap saat terjadi. Ada bapak memperkosa anak kandung, istri membunuh suami, selingkuh di mana-mana, seseorang menjadi narapidana hanya karena pangkat, harta, wanita dan lain-lain. Merebaknya perilaku yang kontradiktif, yakni sikap mendua hati. Ada suami yang dermawan untuk orang lain, namun sangat perhitungan terhadap istri dan anak-anak. Lembut dan simpati di depan teman dan atasan, namun kejam kepada keluarga. Demikian pula sebaliknya sikap seorang istri terhadap suaminya. Banyak tokoh masyarakat yang haus akan sanjungan dan tepukan tangan orang atas kesuksesannya yang adakalanya dia dapatkan di atas pengorbanan orang lain. Terperangkapnya manusia dalam konstelasi modernisasi yang memprihatinkan itu dipicu oleh kemaju­an teknologi yang tidak dijiwai oleh religi, kesenjangan sosial, harapan yang yang melampui kemampuan, kekecewaan, ketidakadilan, kekejaman, kemiskinan yang teramat parah atau kekayaan yang berlimpah ruah, dan lain-lain. Sastra adalah notulen kehidupan yang jujur. Makin sering seseorang termasuk menelaah karya sastra, yang bernuansa psikologis, sosiologis dan religius, semakin banyak pelajaran yang dapat diambil dalam mengatasi konflik pribadi, masyarakat dan bangsa dalam kehidupan  nyata.
PERAN BIMBINGAN (GUIDANCE) DALAM PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR ANAK DIDIK Dwikoranto,
Pelangi Ilmu Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Keberhasilan pendidikan anak banyak faktor yang mempengaruhinya. Orang tua saat di rumah, guru dan lingkungan sekolah saat di sekolah dan masyarakat saat anak lepas dari dua komunitas tersebut. Dalam mendidik anak sikap orang tua juga bermacam-macam; ada yang pasrah kepada guru dan sekolah, ada yang berkolaborasi antara guru sekolah dan orang tua, dan ada orang tua yang karena sesuatu hal melupakan pendidikan terhadap anaknya sendiri. Anak-anak memiliki karakter dan kebiasaan yang bervariasi. Ada anak yang dapat mandiri belajar, setengah mandiri dan bahkan tidak bisa  mandiri. Bimbingan dan pendampingan memegang peranan dalam mengantarkan anak menuju kemandirian dan kedewasaan.
PENGEMBANGAN MODEL KONTRAK BELAJAR DENGAN PELIBATAN MASYARAKAT UNTUK PENGUATAN KARAKTER SISWA DALAM PEMBELAJARAN Sri Tresnaningsih,
Pelangi Ilmu Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Beberapa permasalahan dan konflik yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat banyak disebabkan oleh kurang kuatnya karakter masyarakat. Siswa dan lulusan sekolah sering menghadapi persoalan dalam kehidupannya diantaranya juga disebabkan oleh kurang kuatnya karakter dalam diri mereka. Masyarakat kini mulai mempertanyakan kembali tentang sistem pendidikan yang dinilai belum berhasil memperkuat karakter siswa. Namun, di sisi lain sekolah juga menghadapi kesulitan-kesulitan dalam menerapkan pendidikan karakter.  Tulisan ini merupakan gagasan yang diharapkan dapat memberi solusi bagi pelaksanaan pendidikan karakter melalui pembelajaran sains dengan melibatkan peran serta masyarakat. Pelibatan peran masyarakat terlihat dalam kontrak belajar yang disetujui bersama antara guru (pihak sekolah) dan komite sekolah (pihak masyarakat). Gagasan ini tidak mengusulkan pendidikan karakter sebagai suatu mata pelajaran yang berdiri sendiri tetapi pesan-pesan pendidikan karakter dilakukan melalui pembelajaran sains yang dinilai sangat mendukung penguatan karakter siswa. Pembelajaran sains yang benar akan mengarahkan siswa memiliki karakter-karakter berupa kecermatan, disiplin, ketekunan, krtisis, bertanggungjawab, dan saling bekerja sama.
Strategi Berbasis Tuturan dalam Penyampaian Tuturan Berimplikatur Percakapan Berbahasa Indonesia Lisan Informal Suhartono,
Pelangi Ilmu Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Strategi yang digunakan dalam berimplikatur percakapan menarik diteliti karena menghadirkan fenomena linguistik spesifik dan fenomena sosial.Masalah umum penelitian ini adalah bagaimana strategi berbasis tuturan dalam penyampaian tuturan berimplikatur percakapan berbahasa Indonesia lisan informal di masyarakat Mojokerto. Untuk memecahkan masalah, digunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan etnografi komunikasi. Data yang dikumpulkan melalui 15 subjek dengan menggunakan observasi partisipan dan wawancara mendalam dianalisis dengan model alir Miles and Huberman yang terdiri atas tahap reduksi, penyajian, dan penyimpulan/verifikasi.
CORPORAL PUNISHMENT DAN PENJATUHAN HUKUMAN Emmilia Rusdiana,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Corporal punishment is a specific violence performed by teacher to children on behalf of disciplining or educating children, with the intention want to be reached if it applied on children, and this corporal punishment existence is based on the national educational system acts. While, for the pronouncement of sentence base as the general form of the corporal punishment it can be reviewed in various aspects, that is, corporal punishment in the criminal law perspective, human rights, and Children Protection Acts.
DAMPAK OPERASI PERUSAHAAN DALAM PELAKSANAAN CORPORATE SOSIAL RESPONSIBILITY Indah Prabawati,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembangunan berkelanjutan menghendaki adanya hubungan yang harmonis antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Partisipasi dunia usaha dalam pembangunan berkelanjutan  adalah dengan mengembangkan program kepedulian perusahaan kepada masyarakat di sekitarnya yang disebut tanggung jawab sosial perusahaan  (Corporate Social Responsibility) atau disingkat CSR.  Sebagai akibat lanjutan penerimaan konsep CSR dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, maka menimbulkan dampak bagi operasi perusahaan. Dampak yang ditimbulkan dari operasi perusahaan terdiri dari : dampak ekonomi, sosial dan lingkungan. Dampak operasi perusahaan tersebut harus dilaporkan  dalam sustainability report tahunan mereka . Sustainability report   merupakan cermin yang menggambarkan sejauh mana tanggung jawab sosial perusahaan terhadap para pemangku kepentingan mereka.