Pelangi Ilmu
Vol 3, No 1 (2009)

KOMUNIKASI INTERAKTIF SEBAGAI MODEL SOSIALISASI PROGRAM PEMBANGUNAN BAGI MASYARAKAT PERDESAAN DI ERA OTONOMI

Ali Taufik, (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Feb 2009

Abstract

Abstrak Salah satu masalah pembangunan adalah pemerataan prioritas pembangunan desa dan kota. Untuk menghindari social and economic gap, dalam melakukan pembangunan ekonomi rakyat harus diarahkan segera melakukan perubahan struktural (structural adjustment and structural transformation) untuk memperkuat posisi perekonomian rakyat. Pembangunan merupakan proses transformasi sosial ekonomi, karena itu mengandung unsur informasi secara merata melalu proses komunikasi efektif, interaktif. Komunikasi interaktif dalam menyampaikan pesannya tidak disampaikan melalui saluran formal, melainkan menggunakan saluran informal yang dibentuk secara swadaya dan swakelola oleh masyarakat desa. Berdasarkan penelitian, model komunikasi interaktif lebih efektif digunakan sebagai satu strategi dalam mensosialisasikan program-program pembangunan di pedesaan, dengan alasan: (1) tidak bersifat instruktif dan penyampaiannya melalui lembaga-lembaga informal pedesaan yang bersifat swakelola; (2) prosesnya menyebar ke segala arah sehingga arus informasi berjalan timbal balik dari dan ke segala arah di antara pihak-pihak yang terlibat; (3) kesamaan posisi antara pihak communicant dengan communicatornya, sehingga tidak ada perasaan inferior dan superior, dan hasil komunikasinya dianggap sebagai sharing.

Copyrights © 2009