<!--
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin:0in;
margin-bottom:.0001pt;
text-align:justify;
text-indent:22.4pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman","serif";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
font-size:10.0pt;
mso-ansi-font-size:10.0pt;
mso-bidi-font-size:10.0pt;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-hansi-font-family:Calibri;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
-->
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh jumlah air pada lem kayu terhadap hasil jadi korsase dengan
menggunakan kain shantung, ta-ffeta dan
organza. Jenis penelitian adalah
penelitian eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi
pada 26 responden. Analisis data menggunakan anava ganda, dengan taraf
signifikansi 5%. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada hasil
jadi korsase dengan jumlah air 1 liter, 1,5 liter, dan 2 liter pada lem kayu
dengan menggunakan kain shantung, taffeta
dan organza pada aspek secara
keseluruhan (bentuk korsase permahkota, bentuk korsase perdaun, bentuk korsase
keseluruhan, kerapihan hasil pengka-kuan kain, dan kerapihan hasil jadi
korsase). Hasil jadi korsase berdasarkan je-nis kain dan jumlah air yang
terbaik adalah pada kain shantung
dengan jumlah air 1 liter. Komposisi jumlah air yang paling disukai responden
untuk dibuat korsase adalah jumlah air 1 liter, sedangkan jenis kain yang
paling disukai responden untuk dibuat korsase adalah kain shantung.
Copyrights © 2012