JURNAL TEKNIK MESIN
Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014

PENGARUH DEBIT ALIRAN AIR TERHADAP EFEKTIFITAS PENDNGINAN EVAPORASI DENGAN KONTAK LANGSUNG TANPA MENGGUNAKAN BANTALAN PENDINGIN

Kharisma Syauqi Wildana (Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro)
Bambang Yunianto (Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2014

Abstract

Teknologi evaporative cooler berawal dari konsep pendinginan udara dengan media air. Dimana udara di dinginkan dengan cara mengkontakkan langsung antara air dan udara, sehingga terjadi perpindahan kalor dari udara ke air yang mengakibatkan proses penguapan,sehingga temperatur udara turun dan nilai kelembabanya naik.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debit air  pada direct evaporative cooler. Penelitian dilakukan dengan eksperimen. Variabel penelitian adalah debit air yang dispray dengan variasi 0,8 L/m, 1,2L/m dan 1,45L/m. Data yang diambil meliputi data temperatur input , RH input, temperatur output dan RH output. Data-data tersebut digunakan untuk menentukan penurunan DBT(Dry Bulb Temperature), dan WBT(Wet Bulb Temperature). Hasilnya digunakan untuk menghitung efektifitas evaporative cooler. Hasil perhitungan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisa berdasarkan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian pendinginan evaporative cooling ini, dapat menghasilkan temperatur hingga 25,3 oC namun efektifitasnya rendah yaitu 56%. Sedangkan efektifitas tertinggi erjadi pada pengujian 1 pukul 13.00 pada variasi debit 1,2L/menit yaitu 80% dengan T lingkungan= 34,1 oC dan T out= 27,1 oC dan TWB=25,39. Dan rata-rata efektifitas terbaik dihasilkan pada variasi debit 1,2L/menit dan rata-rata efektifitas terburuk terjadi pada debit 0,8L/menit. Dan efektifitas tertinggi antara pukul 10.00-13.00.

Copyrights © 2014