Jurnal Teknik PWK
Vol 4, No 4 (2015): November 2015

PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR JALAN DI KOTA AMPEL, KABUPATEN BOYOLALI

Agung Kharisma Putra (Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro)
Jawoto Sih Setyono (Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2015

Abstract

Kota kecil memiliki peran sebagai penyaring arus urbanisasi dari perdesaan ke kota-kota besar. Dalam menjalankan perannya sebagai penyaring arus urbanisasi,  kota kecil harus mempunyai kapasitas dalam mendorong perkembangan wilayahnya. Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah di kota-kota kecil dalam pembangunan fisik adalah mengembangkan sektor infrastruktur perkotaan, seperti jaringan jalan, drainase, air bersih, persampahan, sanitasi, listrik dan telepon. Infrastruktur  jalan merupakan infrastruktur yang paling berpengaruh dalam proses urbanisasi. Jalan memiliki fungsi sebagai prasarana untuk  perpindahan barang dan manusia sehingga jalan memerlukan pembangunan  dan pemeliharaan. Dalam melakukan Pembangunan dan pemeliharaan jalan, suatu wilayah atau kota memerlukan pembiayaan. Pembiayaan infrastruktur jalan diperlukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas jalan agar sesuai kebutuhan wilayah tersebut. Dari latar belakang tersebut, muncul pertanyaan bagaimana pembiayaan jalan di suatu kota kecil untuk menghadapi dampak urbanisasi? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pembiyaan infrstruktur jalan di wilayah studi, yaitu Kota Ampel. Analisis  yang digunakan untuk menjawab pertanyaan dan tujuan penelitian adalah analisis deskriptif yang meliputi peran dan fungsi kota kecil, peran pemerintah, swasta dan masyarakat serta analisis  pembiayaan jalan. Hasil dari penelitian ini adalah rekomendasi untuk pemerintah daerah dalam memperbaiki pola pembiyaan infrastruktur jalan serta mengoptimalkan peran masing-masing pihak dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan.

Copyrights © 2015