Jumlah alat tangkap ‘sodo’ (push net) di Desa Bedono berjumlah 14 unit, sedangkan di Desa Timbulsloko berjumlah 2 unit. Hasil tangkapan utama nelayan sodo adalah udang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Harga udang pada musim puncak Rp.25.000,-/kg, sedangkan pada musim paceklik berharga Rp.30.000,-/kg. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati aspek teknis dan analisis aspek finansial usaha perikanan sodo di Desa Bedono dan Desa Timbulsloko. Metode penelitian adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa alat tangkap sodo memiliki panjang total jaring yaitu 13,75 meter, kantong yaitu 2,10 meter, badan 1 yaitu 3,40 meter, badan 2 yaitu 2,20 meter, badan 3 yaitu 75 cm, lantai condong 3,79 meter, dan sayap 2,3 meter. Tali ris atas 13,2 meter, pemberat 168 buah. Perahu yang digunakan memiliki panjang 7 meter dan lebar 2,45 meter. Berdasarkan analisis finansial diperoleh nilai rata-rata NPV usaha alat tangkap sodo di Desa Bedono adalah Rp. 131.424.829,-, IRR 106%, B/C ratio 1,35, dan PP 1,95 tahun. Sedangkan di Desa Timbulsloko nilai rata-rata NPV adalah sebesar Rp. 119.949.829,- , IRR 97%, B/C ratio 1,30, dan PP sebesar 2,04 tahun. Dapat disimpulkan bahwa usaha alat tangkap sodo di Desa Bedono dan Desa Timbulsloko layak (menguntungkan).
Copyrights © 2017