cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
PERBEDAAN UKURAN MATA JARING (MESH SIZE) DAN KECEPATAN HELA ALAT TANGKAP ARAD (Small Bottom Trawl) TERHADAP HASIL TANGKAPAN CUMI – CUMI (Loligo sp) DI PERAIRAN REMBANG, JAWA TENGAH Widiatmoko, Daryadi; Asriyanto, -; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.76 KB)

Abstract

Perairan Rembang merupakan perairan yang terletak di Pantai Utara Jawa, dan merupakan bagian dari Propinsi Jawa Tengah, dengan sektor andalannya adalah perikanan. Penggunaan jaring arad di Rembang telah dilarang, tetapi di beberapa wilayah desa masih digunakan oleh sebagian nelayan untuk menangkap cumi–cumi (Loligo sp) pada musimnya, oleh karena itu modifikasi perlu dilakukan supaya lebih ramah lingkungan. Modifikasi arad dilakukan dengan merubah mesh size serta mencoba mencari kecepatan hela yang lebih baik. Modifikasi arad bertujuan supaya dapat meloloskan hasil tangkapan yang belum layak tangkap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis komposisi hasil tangkapan cumi-cumi (Loligo sp) pada jaring arad. Metode yang digunakan adalah experimental fishing. Pengujian statistik dilakukan menggunakan Uji f one-way anova dengan taraf koreksi sebesar 5%. Hasil uji statistik jaring Arad (Genuine Small Bottom Trawl) didapatkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak. Hasil uji statistik jaring Arad Modifikasi (Modified Small Bottom Trawl) didapatkan nilai signifikansi 0,001 < 0,005 sehingga H0 ditolak. Kesimpulan hasil pengujian “terdapat perbedaan nyata antara perbedaan kecepatan hela terhadap hasil tangkapan Cumi-cumi (Loligo sp) di perairan Rembang”. Uji lanjutan dilakukan menggunakan Uji post-hoc menggunakan Tukey HSD. Hasil uji post-hoc jaring Arad (Genuine Small Bottom Trawl) didapatkan nilai signifikansi terkecil 0,000 yang dihasilkan oleh kecepatan 4 knot. Hasil uji post-hoc jaring Arad Modifikasi (Modified Small Bottom Trawl) didapatkan nilai signifikansi terkecil 0,002 < 0,05 yang dihasilkan oleh kecepatan 4 knot, sehingga dapat diambil kesimpulan “kecepatan terbaik untuk mendapatkan Cumi-cumi (Loligo sp) terbanyak dengan kecepatan 4 knot”. Rembang waters are waters located on north coast of Java, and also part of Central Java Province, the fisheries sector is the mainstay. Squid (Loligo sp) is one of the important comodity of high economic value. Arad in Rembang use of nets have been banned, but in some rural area still used by some fisherman to catch squid (Loligo sp) on the season, therefore, modifications needs to be done to make it more enviromentally friendly. Arad modification done by changing the mesh size as well as trying to find a good speed dragger. The purpose of this research can to escape not worth catching of target catch. The method used was experimental fishing. Statistic testing was performed using the f test one-way anova with correction level of 5%. Statistical test result Arad (Genuine Small Bottom Trawl) obtained significance value 0,000 < 0,05so that H0 is rejected. Statistical test results Modification Arad (Modified Small Bottom Trawl) obtained significance value of 0,001 < 0,05 so that H0 is rejected. Conclusion The resulys of testing “There is a real difference between the dragged speed to catch Squid (Loligo sp) in Rembang Waters”. Further test carried out using post-hoc tests using Tukey HSD. Results of a post-hoc test Arad (Genuine Small Bottom Trawl) obtained significant value generated by the 0,000 smallest speed of 4 knots. Results of a post-hoc test Modification Arad (Modified Small Bottom Trawl) got the smallest significance value 0,002<0,05 were generated by the speed of 4 knots, so it can be concluded “the best speed to highest catches Squid (Loligo sp) with speed 4 knots”.
ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN RAJUNGAN DENGAN JARING INSANG DASAR (BOTTOM GILLNET) DI PERAIRAN BETAHWALANG, DEMAK Apriliyanto, Hariyadian; Pramonowibowo, -; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.731 KB)

Abstract

Rajungan ditemukan hampir di seluruh perairan Indonesia dengan kondisi perairan substrat pasir berlumpur. Informasi tentang distribusi rajungan sangat penting bagi nelayan untuk mengoptimalkan hasil tangkapan, sehingga diperlukan adanya penelitian. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis hasil tangkapan rajungan dengan bottom gillnet; (2) menganalisis daerah penangkapan rajungan di Perairan Betahwalang; (3) menganalisis hubungan antara kedalaman, salinitas, dan substrat terhadap hasil tangkapan rajungan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan fakta yang diteliti jumlah hasil tangkapan rajungan dengan parameter oseanografi (kedalaman, salinitas, substrat dasar perairan). Analisis data metode regresi berganda yaitu Uji F dengan SPSS. Pengolahan data menggunakan pemetaan sebaran dari hasil tangkapan rajungan dan parameter oseanografi, didukung dengan citra satelit Landsat ETM 7 serta program aplikasi ER Mapper 7.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 22 stasiun daerah penangkapan diperoleh sebagai berikut; kedalaman perairan  4–7 meter, salinitas 29‰–29,5‰, kandungan bahan organik 10% - 14%, dan sebagian besar substrat berlumpur. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan rajungan adalah kedalaman (P < 0,05). Blue Swimming crabs was found across the Indonesian waters, particulary in muddy sand substrate. Information of blue swimming crabs distribution was important for fisherman to optimize the catches, so that the study needed. The purpose of the research were: (1) to analyze the blue swimming crabs catched by gillnet; (2) to analyze the blue swimming crab’s fishing ground in Betahwalang; (3) to analyze the influences between depth, salinity, sediment to blue swimming crab catch. Research carried out by descriptive methods with the fact who analyze such as catch of swimming crabs with oceanography parameters (depth, salinity, sediment). The data are analysis by using multiple regression are F test with SPSS program. The blue swimming crabs distribution data and oceanography parameters were analyzed, supported by Landsat ETM 7 satellite imagery and ER Mapper 7.0 application program. The results showed that from 22 fishing ground stasion, the data could be obtained as follows; depth 4 - 7 meters, salinity 29 - 29.5‰, organic material content 10 – 14%, and mostly muddy substrate. The results showed that influences variable to blue swimming crabs cathced is depth (P < 0,05).
ANALISIS PENGARUH PERBEDAAN PERENDAMAN MATA JARING POLYAMIDE (PA) MONOFILAMEN NO.35MESH SIZE 3,5 INCH PADA AIR TAWAR, AIR LAUT DAN SOLAR TERHADAP KEKUATAN PUTUS (BREAKING STRENGTH) DAN KEMULURAN (ELONGATION) Kusumasteti, Eldha; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.575 KB)

Abstract

Alat tangkap yang menggunakan bahan polyamide (PA) salah satunya adalah alat tangkap jaring. Kesadaran nelayan akan kekuatan dari bahan tersebut masih sangat kurang. Penurunan kekuatan mata jaring yang lebih sering disebut dengan penurunan kekuatan putusdan kemuluran akan berpengaruh pada penurunan umur teknis jaring. Penurunan kekuatan putus jaring akan berakibat pada berkurangnya daya tangkap jaring, sehingga pendapatan nelayan juga akan menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah: menentukan nilai kekuatan putus (breaking strength) pada masing-masing perlakuan mata jaring; menentukan nilai kemuluran (elongation)dari masing-masing perlakuan mata jaring; dan mengetahui pengaruh lama perendaman kekuatan putus (breaking strength), dan kemuluran (elongation)mata jaring PA (polyamide) monofilamen No.35 mesh size 3,5 inchi. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah mata jaringPA (polyamide) monofilamen No.35 mesh size 3,5 inchi, media perendaman yang digunakan antara lain yaitu air laut, air tawar dan solar. Waktu perendaman yang digunakan adalah 0 minggu, 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu untuk semua media perendaman. Nilai kekuatan putus mata jaring dan kemuluran diuji menggunakan Breaking Strength Mechine. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial AxB.Nilai kekuatan putus (breaking strength) mata jaring pada lama perendaman 0 minggu, 1 minggu, 2 minggu, 3minggu, dan 4 minggu adalah pada perendaman air laut sebesar 7,41 kgf; 6,88 kgf; 6,46 kgf; 6,30 kgf; dan 6,15 kgf, untuk perendaman air tawar sebesar 7,47 kgf; 6,37 kgf; 6,25 kgf; 6,25 kgf; dan 5,81 kgf, dan pada perendaman solar sebesar 7,47 kgf; 6,87 kgf; 6,65 kgf; 6,51 kgf; dab 6,29 kgf.Nilai kemuluran (elongation) mata jaring pada lama perendaman 0 minggu, 1 minggu, 2 minggu, 3minggu, dan 4 minggu adalah pada perendaman air laut sebesar 36,77 %; 42,92 %; 38,21 %; 38,13 %; dan 35,54 %, kemudian perendaman air tawar yaitu sebesar 37,53 %; 40,43%; 37,68 %; 38,05 %; dan 34,13 %, dan untuk perendaman solar yaitu sebesar 37,73 %; 38,17 %; 35,38 %; 34,95 %; dan 31,82 %.Ada pengaruh lama perendaman terhadap kekuatan putus mata jaring pada semua lama perendaman (P > 0,05). Sedangkan lama perendaman terhadap kemuluran, pada semua lama perendaman terdapat pengaruh (P > 0,05). Pengaruh lama perendaman dan media perendaman terhadap kekuatan putus tidak berpengaruh (P > 0,05). media perendaman dan lama perendaman ada pengaruh (P < 0,05) terhadap nilai kemuluran mata jaring.
PENGARUH KEDALAMAN DAN UMPAN BERBEDA TERHADAP HASIL TANGKAPAN LOBSTER (PANULIUS SP) DENGAN JARING LOBSTER (BOTTOM GILL NET MONOFILAMENT) DI PERAIRAN ARGOPENI KABUPATEN KEBUMEN Kusuma, Rikza; -, Asriyanto; -, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.044 KB)

Abstract

Lobster net is Gill Net Monofilament which its operation system is blocking lobster movement. Thus, the lobsters are hooked and winded round onto net. In order to increase the amounts of lobster captured, it is necessary to use bait for collecting lobsters. This research has a purpose to find out is there any interaction between the disposition factor of grabbing tool in 5 and 7 meters depth and the usage of cow hide and goatskin to the amount of lobsters capture (Panulius sp) in Argopeni Kebumen Regency waters. This research uses experimental method. Experimental method is observation under made condition, where that condition is made by the researcher. This method is a methods object which is used to find out is there any cause effect relationship and how big that cause effect relationship. In 5 meters depth using goatskin bait, the amounts of lobster captured are 36. In 5 meters depth using cow hide bait, the amounts are 49. In 7 meters depth, the amounts of lobster captured are 25 by using goatskin bait and 33 by using cow hide bait. The result shows that the difference of grabbing tool disposition gives the effect to the amounts of lobster captured. The difference of bait also gives some effects to that amounts. The result shows that cow hide bait in 5 meters depth gets more lobsters than others.
PERBEDAAN JENIS UMPAN DAN MATA PANCING TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN LAYUR (Trichiurus sp) DI PERAIRAN LEMPASING, BANDAR LAMPUNG Jaya, Muhammad Sapta Dian; Pramonowibowo, -; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.946 KB)

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan layur di Lempasing umumnya menggunakan pancing vertical longline. Hal ini dikarenakan ikan layur yang ditangkap dengan pancing layur kondisinya masih bagus dan segar sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Penggunaan umpan dan ukuran mata pancing yang efektif akan dapat memberikan hasil tangkapan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil tangkapan ikan layur terhadap penggunaan umpan dan ukuran mata pancing yang berbeda serta menganalisis hubungan interaksi antara pemakaian mata pancing dan jenis umpan terhadap hasil tangkapan layur.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental fishing antaralain dengan 4 perlakuan yaitu (tembang, layur, nomor 8, dan nomor 10). Masing-masing dilakukan dengan 10 kali ulangan. Analisis data menggunakan uji Kenormalan data dan uji ANOVA dengan SPSS 17.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan umpan tembang dan umpan layur pada penelitian ini berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan layur hal ini dilihat dari hasil tangkapan umpan layur bernomor 8 sebanyak 67 ekor, dan umpan layur bernomor 10 sebanyak 43 ekor, serta umpan tembang bernomor 8 sebanyak 24 ekor, dan umpan tembang bernomor  10 sebanyak 19 ekor. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa, dimana menggunakan alat tangkap pancing dengan kombinasi umpan layur dan ukuran mata pancing nomor 8 lebih baik digunakan. Fishing activities of layur in Lempasing generally use vertical longline fishing This is because layur fish caught by fishing rod layur conditions are still nice and fresh so it was a high selling value. The use of bait and hook size that will be able to effectively provide good catches. The purpose of this study was to analyze layur catches against the use of bait and hooks of different sizes as well as analyzing the interaction between the the use of hooks and the type of bait to layur catches. This study uses an experimental fishing include with 4 treatments, namely (tembang, layur, number 8 and number 10). Each performed with 10 replications. Analysis of data using the test data normality and ANOVA test with SPSS 17.0. The results showed that differences in tembang lures and baits layur in this study affect the number of catches layur it is seen from the catch bait layur numbered 8, 67 tails, and bait layur numbered 10 by 43 tail, and feed as many as 24 tambang numbered 8 tails , and feed as many as 19 tembang numbered 10 tails. ANOVA test results indicate that, where the use of fishing rod gear and bait combination Layur hook size number 8 is better used.
ANALISIS KINERJA KOPERASI UNIT DESA SARONO MINO DALAM USAHA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN KABUPATEN PATI Rifa, Muhamad; Mudzakir, Abdul Kohar; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.514 KB)

Abstract

Koperasi Unit Desa Sarono Mino Kabupaten Pati merupakan koperasi perikanan di Kabupaten Pati berfungsi sebagai lembaga ekonomi yang membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan. Unit usaha yang dikelola antara lain Waserda, SPDN, Pabrik es, Unit Penangkapan Ikan, persewaan basket ikan, jasa ekspedisi untuk perbekalan, penyediaan air bersih, persewaan gedung, docking dan las, dan kerjasama dengan pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unit usaha dalam bidang perikanan yang dikelola KUD Sarono Mino, serta menganalisis kinerja KUD Sarono Mino dalam usaha pemberdayaan masyarakat nelayan. Metode penelitian yang menggunakan metode deskriptif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis Balanced scorecard. Hasil penelitian menunjukan, bahwa KUD Sarono Mino memiliki unit usaha dalam bidang perikanan berupa SPDN, Docking kapal, persewaan basket ikan, persewaan Unit Penangkapan Ikan berupa Kapal Bottom long line 30GT, persewaan gedung, dan jasa ekspedisi. Hasil pengukuran kinerja Balanced scorecard dengan 4 perspektif yaitu perspektif keuangan 17.5% dari target 30%, perspektif Pelanggan 22% dari target 25%, perspektif bisnis internal 22.38% dari target 25%, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan 22.5% dari target 20%. Hasil keseluruhan analisis Balanced scorecard sebesar 84.38% yang menyatakan kinerja KUD Sarono Mino sangat baik. Saran yang dapat diberikan berupa mengoptimalkan unit usaha untuk meningkatkan keuangan koperasi, melakukan program pemberdayaan secara berkelanjutan, dan melakukan kerja sama dengan pihak ke tiga.
ANALISIS HARGA DAN DISTRIBUSI PEMASARAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TAWANG KABUPATEN KENDAL JAWA TENGAH Hanggaretna, Justinus Bella; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Catch that was landed on Beach Fisheries Port Tawang (PPP Tawang) on 2011 reached 106,200 kg. The aims this research were to know fluctuations of mackerel the price the daily and monthly, to know and analyze of price level determination mackerel fish (y) with each variable price setter mackerel fish was production quantities mackerel fishfish (x1), the number of seller auction participants (x2), fish size (x3) ,fish quality (x4), number of substitute fish production (x5), fish production substitutes rates (x6), and to know mackarel distribution near Beach Fisheries Port Tawang (PPP Tawang), Kendal Residence, Central Java Province. Research method used quantitative descriptive by observation techniques using fishermen, seller, and fish processor interview. Data analyzis used Cobb-Douglass method, with the equation Ln Y = 5.929 – 0,044 X1 + 0,249 X2 + 0,317 X3 + 0,100 X4 + 0,036 X5 + 0,087 X6 . Regression analyzing variable X1, X2, X3, X4, X5 and X6 to F hit results variable was 5.580 which is the value was bigger than F table on interval 5% was 2,510. It means x1, x2, x3, x4, x5 and x6 had real influence to mackerel fish price in Beach Fisheries Port Tawang ( PPP Tawang). Mackerel distribution line from producer by Beach Fisheries Port Tawang (PPP Tawang) to consumer was short enough because it involved by few people. They are grocier seller, fish processor, big seller, and small seller. The destination were Kendal area until Semarang, Cirebon, Cianjur, Jakarta, and Lampung.
ANALISIS PERBEDAAN HASIL TANGKAPAN BERDASARKAN WARNA LAMPU PADA ALAT TANGKAP BAGAN APUNG DAN BAGAN TANCAP DI PERAIRAN MUNCAR, KABUPATEN BANYUWANGI Aliyubi, Faisal Kahfi; Boesono, Herry; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.656 KB)

Abstract

Secara sifatnya ikan dibagi menjadi dua yakni fototaxis positif dimana ikan tertarik dengan rangsangan cahaya dan fototaxis negatif yaitu ikan yang tidak tertarik dengan rangsangan cahaya. Penggunaan warna lampu pada alat tangkap bagan (lift net) tentunya akan mempengaruhi ikan hasil tangkapan yang didapatkan. Teori darbeberapa penelitian terdahulu didapatkan hasil bahwa lampu warna putih dan merah kurang memberikan hasil yang maksimal dibandingkan dengan warna lampu yang lain seperti biru dan kuning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil tangkapan antara kedua jenis warna lampu serta menganalisis pengaruh perbedaan kedua jenis warna tersebut pada hasil tangkapan. Masyarakat nelayan bagan (lift net) di Muncar hampir secara keseluruhan menggunakan dua warna yang berbeda yakni warna lampu putih dan warna lampu merah. Penelitian menggunakan metode eksperimental fishing dengan melakukan operasi penangkapan langsung di lapangan dengan menggunakan dua variabel yakni lampu warna merah dan warna putih pada masing-masing bagan apung dan bagan tancap. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan uji t. Lokasi penelitian di lakukan di perairan Muncar, Banyuwangi pada bulan mei 2014. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bagan tancap dengan menggunakan lampu warna putih 53,4 kg dan lampu warna merah 39,6 kg. Sedangkan pada bagan apung dengan menggunakan lampu warna putih 47,9 dan lampu warna merah 32,2 kg. Berdasarkan uji t menggunakan SPSS 21 di didapatkan hasil pada bagan tancap  H0 diterima karena nilai t hitung kurang dari ttabel (1,176 < 3,182) sehingga tidak ada perbedaan ikan hasil tangkapan antara lampu warna putih dan lampu warna merah pada bagan tancap sedangkan pada bagan apung didapatkan hasil H0 diterima karena nilai t hitung kurang dari ttabel (2,382 < 3,182) sehingga tidak ada perbedaan ikan hasil tangkapan antara lampu warna putih dan lampu warna merah pada bagan apung.       Based on the characteristic, fish is divided into two types, they are the positive of phototaxis, which is the fish is interested in the provocative light, and the negative phototaxis, which is the fish is not interested in the provocative light. The use of the colour of lamp in the bagan equipment (lift net) will affect the fish that is obtained.  The result of the theory from the previous researches says that the white and red lamp are less of giving the maximum result if its are compared with the other colours such as blue and yellow.  Almost all the bagan fishermen (lift net) in Muncar use two different colours, white and red. The aims of this research are to know the difference of by catch result between two types of the lamp colour and to analyse the different effect of the types of the colour in the catch result. The research used the fishing experimental method by doing the catch operation directly in the area with two variable, red and white lamp, in every bagan apung and bagan tancap. The data analysis of this research use t test. The location of the research is conducted in Muncar waters, Banyuwangi on May 2013.  From the research result, it can be showed that bagan tancap that use the wite lamp 53,4 kg, and the red lamp 39,6 kg. While in bagan apung that use the white lamp is 47,9 kg, and the red lamp is 32,2 kg. Based on the uji t by using the SPSS 21, the result of bagan tancap H0 accepted because the value of t hitung is less from the ttable (1,176 < 3,182) so there is no the difference of the by catch fish between the white and red lamp in bagan tancap, while the result bagan apung H0 accepted because the value of t hitung  less from the ttable (2,382 < 3,182) so there is no the difference of the by catch fish between the white and red lamp in bagan apung.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KAPAL PERIKANAN BERBAHAN DASAR KAYU DI PPP KLIDANGLOR, DESA KARANGASEM KECAMATAN BATANG JAWA TENGAH Simamora, Yeni Elizabeth; Setiyanto, Indradi; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.097 KB)

Abstract

Biaya produksi kapal perikanan berbahan kayu tergantung jenis kayu yang digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan informasi tentang gambaran biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan kapal kayu, mengetahui biaya penyusutan dan perawatan kapal kayu dan mengkaji kelayakan usaha pembuatan kapal kayu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Analisis data yang digunakan di bagi tiga yaitu perhitungan biaya produksi, perhitungan biaya penyusutan dan perawatan kapal, dan analisis usaha pembuatan kapal.   Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa biaya produksi yang dikeluarkan kapal kayu dengan ukuran kisaran antara 30 GT – 50 GT sebesar Rp.424.437.500,00 dan kapal dengan ukuran kisaran antara 50 GT – 80 GT sebesar Rp.930.437.500,00 namun biaya tersebut tidak termasuk biaya mesin dan instalasinya. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan didapatkan bahwa nilai R/C, PP, NPV, IRR, Net B/C dengan ukuran kapal kisaran antara 30 GT – 50 GT berturut – turut 2,9, 0,35, 119.500.000, 51%, 4,2 dan pada ukuran kapal kisaran antara 50 GT – 80 GT berturut – turut 1,5, 1,05, 39.440.000, 50%, 2,7. Hasil perhitungan tersebut melebihi batas kelayakan usaha, sehingga hasil tersebut menunjukkan bahwa usaha galangan kapal di Batang layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP MULTIGEAR DI DESA MARGOREJO KECAMATAN CEPIRING KABUPATEN KENDAL Yanuarto, Ricky; Ismail, Ismail; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.715 KB)

Abstract

Usaha perikanan yang akan dilakukan oleh seorang pengusaha tentu harus menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kelayakan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek teknis berbagai alat tangkap yang digunakan untuk kegiatan usaha tersebut yang ditinjau dari besar perahu, mesin, jumlah tenaga kerja, fishing ground, dan faktor produksinya di Perairan Kabupaten Kendal serta aspek ekonomis yang meliputi modal dan biaya usaha dengan alat tangkap multigear, serta menganalisis tingkat kelayakan usaha dengan menghitung kriteria PP, NPV, IRR dan B/C. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2012 dengan mengambil lokasi di Desa Margorejo Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 9 sampel. Pengumpulan data dengan cara observasi langsung, wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rata-rata pendapatan pada usaha prikanan tangkap multigear ini adalah Rp 30.132.000. Analisis finansial usaha perikanan tangkap dengan menggunakan alat tangkap multigear didapatkan NPV Rp 16.322.433; PP 1,3 tahun atau 1 tahun 4 bulan; dan nilai IRR 35,11%; sedangkan nilai B/C ratio 1,15 yang berarti bahwa usaha perikanan tangkap multigear di Desa Margorejo Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal layak dilakukan.

Page 1 of 41 | Total Record : 404