Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian

PEMBUATAN BATAKO DENGAN SERBUK KULIT KERANG BULU (Anadara antiquata) DAN SIKACIM CONCRETE ADDITIVE (The Making of Brick Using Leather Shell Powder (Anadara antiquata) and Sikacim Concrete Additive)

Bobby Arisandi (Program Studi Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara Jl. Prof. Dr. A. Sofyan No. 3 Kampus USU Medan, 20155)
Saipul Bahri Daulay (Program Studi Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara Jl. Prof. Dr. A. Sofyan No. 3 Kampus USU Medan, 20155)
Riswanti Sigalingging (Program Studi Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara Jl. Prof. Dr. A. Sofyan No. 3 Kampus USU Medan, 20155)



Article Info

Publish Date
06 Jan 2019

Abstract

ABSTRACT The need of bricks for building materials is increasing so that the land available for burning bricks is limited. One alternative to overcome this is the use of brick with the main components of cement, sand, water and leather shell powder(Anadara antiquata) and sikacim concrete additive that serves to improve the structure of the brick.The purpose of this study was to obtain the best composition in the manufacture of brickwork. This research was conducted using non factorial completely randomized design consisting of 3 levels i.e K1 (5%), K2 (15%) and K3 (25%). Parameters analyzed were specific gravity of aggregate, time of binding, compressive strength and absorption. The results showed that the best treatment was found in the treatment of replicates I and K1 (5%) with fine aggregate type weight including the bulk density was 2.44, saturated surface dry was 2.50, the apparent density was 2.58 and water absorption was 2.24% in accordance withBSN1970:2008; The compressive strength was 10.4 MPa and the absorption was 3.89% and according toBSN 03-0349-1989 was on grade I. However, The initial binding time was 65 minutes and the final binding time was120 minutes that was not classified as BSN 15-2049-2004. Keywords: Brick, Anadara antiquata, Sikacim Concrete Additive ABSTRAK Kebutuhan batu bata untuk bahan bangunan semakin meningkat sehingga menyebabkan lahan yang tersedia untuk pembakaran batu bata terbatas. Salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut yaitu penggunaan batako dengan komponen utama yaitu semen, pasir, air dan serbuk kulit kerang bulu (Anadara antiquata) dan sikacim concrete additive yang berfungsi untuk memperbaiki struktur dari batako. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh komposisi terbaik dalam pembuatan batako. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial yang terdiri dari 3 taraf yaitu K1 (5%), K2 (15%) dan K3 (25%). Parameter yang di analisis meliputi berat jenis agregat halus, waktu ikat, kuat tekan dan absorbsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada ulangan I dan K1 (5%) untuk nilai berat jenis agregat halus meliputi berat jenis curah sebesar 2,44, jenuh kering permukaan sebesar 2,50, berat jenis semu sebesar 2,58 dan penyerapan air sebesar 2,24% sesuai BSN 1970:2008; kuat tekan sebesar 10,4 MPa dan absorbsi sebesar 3,89% tergolong mutu I berdasarkan  BSN 03-0349-1989; akan tetapi, waktu ikat awal sebesar 65 menit dan waktu ikat akhir sebesar 120 menit tidak tergolong BSN 15-2049-2004.   Kata kunci : Batako, Anadara antiquata, Sikacim Concrete Additive

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

jrpp

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Engineering

Description

Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian merupakan media untuk publikasi tulisan asli berkaitan dengan teknologi pangan dan keteknikan pertanian secara luas, yang diterbitkan atas kerjasama antara Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian ...