JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013

ANALISIS PERMINTAAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L) DI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Nia Novalita Purba (Alumni Fakultas Pertanian USU)
Kelin Tarigan (Staf Pengajar Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian USU)
Luhut Sihombing (Staf Pengajar Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian USU)



Article Info

Publish Date
22 Sep 2014

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis permintaan bawang merah di daerah penelitian, menganalisis faktor pendapatan, menganalisis faktor harga, menganalisis faktor jumlah tanggungan yang mempengaruhi permintaan bawang merah dan menganalisis elastisitas permintaan bawang merah di daerah penelitian. Lokasi penelitian dilakukan secara purposive berdasarkan pertimbangan bahwa daerah yang diteliti merupakan salah satu sentra perdagangan terbesar dan sebagai jalur lintas pemasaran komoditi pertanian yang ada di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara. Pengambilan sampel konsumen digunakan dengan metode penelusuran (Accidental) yakni konsumen yang sedang membeli Bawang Merah dan besar sampel ditentukan dengan rumus Slovin, sehingga sampel diperoleh sebanyak 101 orang. Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi  digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda dengan alat bantu SPSS.  Untuk menganalisis koefisien elastisitas permintaan bawang merah  digunakan adalah Analisis Regresi Logaritma Natural (LN) dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa permintaan bawang merah di Kota Medan dipengaruhi oleh  pendapatan, harga bawang merah dan jumlah tanggungan keluarga penduduk (rumah tangga). Berdasarkan hasil pengujian (uji beta) yang dilakukan, faktor yang paling dominan terbesar mempengaruhi permintaan bawang merah adalah pendapatan dan yang paling dominan terendah mempengaruhi adalah jumlah tanggungan. Pengaruh perubahan pendapatan terhadap  permintaan bawang merah sebesar 1,76 satuan yang berarti bersifat elastis. Artinya perubahan pendapatan sebesar 1% akan  memberi pengaruh jumlah yang diminta lebih besar dari 1%. Pengaruh perubahan harga terhadap  permintaan bawang merah sebesar sebesar 0,58 satuan yang berarti bersifat inelastis. Artinya dimana perubahan harga sebesar 1% akan  memberi pengaruh jumlah yang diminta lebih kecil dari 1%. Pengaruh perubahan jumlah tanggungan terhadap  permintaan bawang merah sebesar 1,19 satuan yang berarti bersifat elastis. Artinya perubahan jumlah tanggungan sebesar 1% akan  memberi pengaruh jumlah yang diminta lebih kecil dari 1%. Kata Kunci : Permintaan, Bawang Merah, Elastisitas

Copyrights © 2013