Jurnal Sains dan Seni ITS
Vol 8, No 2 (2019)

Pendekatan Critical Regionalism pada Bangunan Kantor Sewa

Tahani Bamazroek (Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS))
Endy Yudho Prasetyo (Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS))



Article Info

Publish Date
02 Mar 2020

Abstract

Revolusi industri kedua memunculkan era modernisme. Era modernisme mengantarkan arsitektur pada arsitektur yang generik atau international style. Kritik terhadap arsitektur modern yang dipopulerkan oleh Charles Jencks dengan nama post-modernism tidak membawa kita lari dari international style. Hal ini mengakibatkan mulai hilangnya sebuah identitas dari arsitektur atau “notopia”. Notopia pertama kali dikenalkan oleh The Architectural Review. Notopia adalah hilangnya identitas dan semangat budaya akibat munculnya fenomena arsitektur generik secara global. Untuk melepaskan diri dari belenggu arsitektur generik yang tiada hentinya dapat dilakukan dengan pendekatan critical regionalism. Critical regionalism merupakan sebuah pendekatan yang membawa kembali unsur lokal dan budaya ke dalam arsitektur tanpa menutup mata pada perkembangan zaman dan teknologi. Dua hal tersebut menjadi strategi desain yang kemudian dihibridisasi untuk menghasilkan rancangan bangunan kantor sewa di Indonesia.

Copyrights © 2019