Salah satu masalah penting di Indonesia adalah pengangguran intelektual. Pada 2008 pengangguran tercatat 23,80%. Angka itu naik 26,74% pada 2009. eberapa hal yang turut andil dalam menciptakan kondisi ini adalah Paradigma dan kurikulum kurikulum pendidikan tinggi yang hanya mengejar jumlah kelulusan yang banyak, tanpa membekali alumninya dengan keterampilan kerja serta spirit kewirausahaan. Link and Match antara dunia pendidikan dan dunia kerja belum berjalan optimal. Penelitian ini mencoba menghasilkan sebuah model komunikasi pembelajaran transferable skill sebagai upaya meminimalisasi pengangguran intelektual dalam wujud bengkel kerja komunikasi. metode yang dilakukan adalah wawancara, FGD dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bengkel kerja komunikasi yang sesuai untuk prodi ilmu komunikasi adalah model laboratorium kultural. Yaitu model yang memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk mengelola baik menentukan jenis program, manajemen dan perekrutan anggota. Model ini diterapkan melalui model komunikasi Laswell.Keyword: Transferable Skill, Pengangguran intelektual, Bengkel Kerja Komunikasi
Copyrights © 2015