Tujuan penjasorkes dalam Permendiknas No 22 Tahun 2006 poin ke tiga menyebutkan ”meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar”, dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SK-KD) dalam Permendiknas No 22 Tahun 2006, kelas I sampai kelas V semester satu di sekolah dasar (SD) menekan pembelajaran gerak dasar bukan teknik dasar. Permendiknas no 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, secara garis besar kelulusan mata pelajaran penjasorkes pada sekolah dasar menekankan pembelajaran gerak dasar. Hasil survey pelaksanaan pembelajaran gerak dasar di kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik jarang dilaksanakan atau dikembangkan, meskipun pernah, pelaksanaannya sederhana.
Metode pengembangan yang dirujuk dan digunakan dalam pembelajaran gerak dasar lompat melalui aktivitas bermain di sekolah dasar adalah menggunakan model Dick & Carey. Model Dick & Carey dimulai dengan (1) mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran; (2) melaksanakan analisis pembelajaran; (3) mengenal tingkah laku awal dan karakteristik siswa; (4) merumuskan tujuan khusus; (5) mengembangkan butir tes acuan; (6) mengembangkan strategi pembelajaran;(7) memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran; (8) merancang dan melaksanakan evaluasi formatif; (9) merevisi bahan pembelajaran; dan (10) merancang dan melaksanakan evaluasi sumatif. Pada model Dick & Carey terdapat 10 tahapan desain pembelajaran, tetapi pada model pengembangan penelitian ini hanya digunakan 9 tahapan. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa pengembangan pembelajaran yang dilakukan hanya sebatas merevisi bahan pembelajaran atau menguji coba produk.
Hasil uji coba pengembangan pembelajaran gerak dasar lompat melalui aktivitas bermain untuk kelas V SD menghasilkan 26 tugas gerak.Dengan rincian pembelajaran gerak dasar tanpa alat berjumlah enam tugas gerak, pembelajaran gerak dasar menggunakan alat berjumlah dua puluh tugas gerak.Uji efektifitas pengembangan pembelajaran gerak dasar lompat melalui aktivitas bermain untuk kelas V SD dari analisis FCE dan Lembar Observasi Kelas Dikjasor terbukti efektif. (a) Uji efektivitas menggunakan analisis Mann-Whitney Test hasilnya signifikan karena nilai Asymp. Sig. menunjukkan 0.0001; (b) Uji efektivitas pembelajaran gerak dasar lompat melalui aktivitas bermain untuk kelas V SD dari Lembar Observasi Kelas Dikjasor kelompok eksperimen mendapatkan nilai 77.48% mendapat kategori “baik”, kelompok kontrol mendapatkan nilai 66.49% masuk dalam kategori “baik”. Nilai efektivitas kelompok eksperimen lebih tinggi 10.99% dari kelompok kontrol.
Kata kunci: pembelajaran gerak dasar lompat, aktivitas bermain
Copyrights © 2013