Ordik
Vol 11, No 1 (2013): Vol. 11 No. 1 Tahun 2013

KONTRIBUSI TINGKAT KEMAJUAN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA UJIAN NASIONAL TAHUN 2011 (Studi pada SMA Negeri dan Swasta se-Surabaya)

Al, Muchamad Arif ( Alumni S-1 Penjaskesrek FIK Unesa)



Article Info

Publish Date
06 Dec 2013

Abstract

Pembelajaran penjasor sering dicap sebagai pembelajaran yang membosankan, menghambur-hamburkan waktu, dan mengganggu intelektual anak. Sehingga dalam pelaksanaannya seringkali tidak diperhatikan dan terabaikan. Keadaan ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan pelaksanaan aktivitas fisik di negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda, aktivitas jasmani di kalangan remaja telah menjadi perhatian utama sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat. J.F. Kennedy menyatakan bahwa kecerdasan dan ketrampilan hanya dapat berfungsi pada puncak kapasitasnya bila tubuh dalam keadaan bugar. Menurut (CDC, 2000; Disman, 1990: Pate dan Trost, 1998) dalam Maksum (2009a: 60 - 61) memaparkan bahwa kedudukan pendidikan jasmani merupakan bagian integral  dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, ketrampilan gerak, ketrampilan berfikir kritis, ketrampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, pola hidup sehat, dan pengenalan lingkungan bersih melalui dengan direncanakan sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Kesenjangan antara kondisi ideal yang diharapkan dengan praktek nyata di lapangan ini yang menjadi latar belakang penelitian untuk mengungkap kontribusi nyata pembelajaran penjas sebagai variabel bebas yang dirangkum pada intrumen PDPJOI terhadap hasil belajar siswa (kognitif) SMA se-Surabaya pada Unas tahun 2011 sebagai variabel terikat. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah 139 sekolah dan sampel penelitian 30 sekolah. Hasil analisis data korelasi product moment yang menghubungkan data variabel bebas dan data variabel terikat menunjukkan koefisien korelasi (r) 0,859 yang artinya hubungan antara kedua variabel sangat kuat, sedangkan besarnya kontribusi variabel bebas terhadap varibel terikat adalah dengan rumus (r2) dan hasilnya adalah 73,79%. Jadi kesimpulannya adalah tingkat kemajuan penjasor sekolah, memberikan kontribusi sebesar 73,79% terhadap hasil belajar siswa pada Unas tahun 2011.   Kata kunci: kontribusi, tingkat kemajuan penjasor, hasil belajar siswa.

Copyrights © 2013