JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA
Vol 3, No 1 (2019): (Mei 2019)

PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO HIPERHIDROSIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Lubis, Riri Arisanty Syafrin (University Muhammadiyah Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
17 Jan 2020

Abstract

Latar belakang: Hiperhidrosis merupakan suatu kondisi keringat berlebihan. Hiperhidrosis diklasifikasikan menjadi primer dan sekunder berdasarkan penyebabnya. Prevalensi hiperhidrosis di seluruh dunia mencapai 0.6 ? 1%. Hiperhidrosis fokal primer menyerang lebih dari 6 juta populasi muda di seluruh dunia. Pada studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa prevalensi untuk hiperhidrosis sekitar 2.8%. Prevalensi hiperhidrosis di Israel pada usia dewasa muda sebanyak 1%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko hiperhidrosis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 100 orang. Hasil : Prevalensi hiperhidrosis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berjumlah 29 orang (29%). Jenis hiperhidrosis yang paling banyak didapatkan yaitu hiperhidrosis gustatory yang berjumlah 10 orang (34,5%) dan yang paling sedikit yaitu generalisata sebanyak 1 orang (3,4%). Responden yang mengalami hiperhidrosis primer lebih banyak dibanding dengan hiperhidrosis sekunder (96,55%). Faktor risiko yang paling banyak menyebabkan hiperhidrosis yaitu makanan pedas yang berjumlah 24 orang (82,75%) dan yang paling sedikit yaitu cokelat berjumlah 2 orang (6,89%). Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukan prevalensi hiperhidrosis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sekitar 29%. Faktor risiko yang paling banyak meyebabkan hiperhidrosis yaitu makanan pedas sekitar 82,75%

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

biomedika

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal ilmiah Ibnu Sina Biomedika menerima artikel ilmiah dari hasil penelitian, laporan/studi kasus, kajian/tinjauan pustaka, maupun penyegar ilmu kedokteran, yang berorientasi pada kemutakhiran ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, agar dapat menjadi sumber informasi ilmiah yang mampu ...