Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak fanatisme berbasis jejak-jejak misionaris sebagai kekuatan untuk membangkitkan intoleransi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitaitif dengan pendekatan deskriptf. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang melibatkan 14 informan utama sebagai perwakilan dari umat kaolik di paroki Wendu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat katolik di paroki Wendu memiliki sikap fanatisme berbasis jejak-jejak historis misionaris katolik. Sikap fanatisme ini menjadi salah satu kekuatan yang dapat meningkatkan rasa sikap intolerasnsi terhadap penganut agama lain. Rasa hormat terhadap jejak-jejak historis misionaris sebenarnya membawa nilai positif bagi umat katolik di Wensu, di mana mereka tidak membenci umat beragama lain dan mempertahankan ekesistensi mereka yang sudah diwariskan oleh para misonaris katolik di masa lalu sepanjang pesisir pantai Wendu. Sikap hormat yang berlebihan akhirnya memberi ruang bertumbuhnya fanatisme yang mengganggu keharmonisan hidup dengan masyarakat yang beragama lain.
Copyrights © 2023