Penelitian ini dilatarbelakangi oleh anak-anak yang perilaku prososialnya masih kurang baik. Hal ini dikarenakan guru di sekolah mengajarkan perilaku prososial hanya menggunakan penejlasan secara lisan atau metode tanya jawab saja, sehingga menyebabkan anak tidak mengerti dan merasa bosan dengan penjelasan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode storytelling yang digunakan berpengaruh untuk meningkatkan perilaku prososial anak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Adapun yang menjadi subyek penelitian adalah anak laki – laki dan anak perempuan. Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, data pre-test dan post-test dilakukan dengan perhitungan uji-t dengan hasil t-hitung sebesar -11,393 dan t-tabel sebesar -2,119. Berdasarkan hipotesisi jelas bahwa t-hitung lebih besar dari t-tabel ini berarti terdapat pengaruh metode storytelling terhadap peningkatan perilaku prososial anak usia 4-5 tahun.Kata kunci: metode storytelling, perilaku prososial
Copyrights © 2016