Jurnal Medika Hutama
Vol. 1 No. 03 April (2020): Jurnal Medika Hutama

PENGARUH COKELAT (Theobroma cacao L.) TERHADAP KESEHATAN KULIT

Wilda Ainia Silmi Kaffah (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Apr 2020

Abstract

Global warming atau pemanasan global telah memberikan dampak buruk pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk kesehatan. Lapisan ozon yang semakin menipis menyebabkan tingginya paparan sinar ultraviolet terhadap tubuh manusia di mana kulit merupakan bagian tubuh yang paling banyak terpapar oleh sinar ultraviolet. Kulit merupakan bagian tubuh yang paling banyak terpapar oleh sinar ultraviolet. Radiasi sinar ultraviolet disertai dampak zat polutan udara dapat menimbulkan perubahan-perubahan akut seperti eritema, pigmentasi dan fotosensitivitas, maupun efek jangka panjang berupa penuaan dini dan kanker kulit. Menurut penelitian, efek berbahaya dari zat polutan udara dapat diperbaiki oleh antioksidan alami yang aman dan efektif. Senyawa yang berperan sebagai antioksidan dalam tumbuhan salah satunya adalah fenolik. Antioksidan fenolik lebih banyak terdapat pada kakao dibandingkan dengan beberapa tanaman lainnya. Polifenol kakao, terutama flavanol dalam bentuk monomer dan oligomer, telah terbukti bertindak sebagai antioksidan kuat, memiliki potensi untuk menghambat peroksidasi lipid, menghambat dan menetralkan ROS, meningkatkan aliran darah kulit, meningkatkan perlindungan terhadap cahaya matahari, dan berkontribusi terhadap pemeliharaan kesehatan kulit. Flavanol pada kakao telah terbukti lebih kuat daripada polifenol yang terkandung dalam makanan lainnya. Kata kunci: Ultraviolet, Flavanol, Kakao, Kulit

Copyrights © 2020