Proses belajar-mengajar di kelas secara formal .telahlama mengabdikan dirinya pada aspek kognitif. Sebaliknya_"aspek afektif jarang disentuh dan dielaborasikan untukkepentingan proses itu. Akibatnya, banyak" pesert.adidik yangtabu banyak informasi dan pengetahuan tertentu, tetapimereka tidak tidak bisa berperilaku dan stau berunjukkerjaseperti apa yang seharusnya mereka ketahui. Bahkan tidakitll saja akibatnya. 'ridak jarang kita jumpai peserta didikyang memiliki etos belajar yang begitu rendah. seb~gaiakibat belum teraplikasikannya siste-m nilai (valu~s system)yang mereka mikili secara optimal dalam proses belajarmengajar.Untuk menjawab tantangan tersebut pendidi'kperlu menggarap aspek afektif dalam kegiatan- belajarmengajar.Banyak cara untuk dapat melakukan nal tersebut.Dalam tulisan ini elaborasi aspek afekti£ dilakukan .denganpendekatan values clarification (klari!ikasi .nilaOyang bersumberpada ajaran agama, pendekatan· psikologis, dan jugamenggunakan pendekatan .feedback system (sistem. umpanbalik).
Copyrights © 1991