Simpang merupakan titik petemuan kendaraan dari ruas jalan yang berbeda. Simpang dapat menyebabkan kemacetan dan menghasilkan antrian panjang. Agar simpang terhindar dari kemacetan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas, maka perlu dilakukan koordinasi dengan melakukan pengaturan lalu lintas melalui Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Simpang berdekatan tidak bisa dihindari, terkecuali kota Pontianak. Terdapat dua simpang berdekatan yang memiliki jarak antar simpang sepanjang 145 meter. Pertama,berada di jalan Kh. A. Dahlan yang menghubungkan dengan jalan Kh. W. Hasyim yang berlokasi di kota Pontianak. Penelitian ini melakukan koordinasi simpang yang berdekatan di kota Pontianak, dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesi (MKJI) dan Metode software Vissim. Tahapan awal melakukan survey lalu lintas di hari sabtu, minggu dan selasa pada pada jam 06.00 – 18.00 WIB. Selanjutnya dilakukan analisa manual dengan MKJI 1997 dan analisa dengan software vissim. Analisa MKJI dan software Vissim membutuhkan waktu siklus yang pendek untuk mencapai tundaan dan waktu jenuh yang kecil. Mendapatkan koordinasi yang ideal Simpang I dari 4 fase menjadi 3 fase dalam satu siklus, sedangkan simpang II dari 3 fase menjadi 2 fase dalam satu siklus. Setiap simpang membutuhkan waktu siklus 98 detik untuk mencapai tundaan dan panjang antrian yang kecil pada jalan Mayor.Kata kunci: Koordinasi sinyal antar simpang, Jl. Kh. A. Dahlan Pontianak, Fase, Siklus, Manual Kapasitas Jalan Indonesia, software Vissim.
Copyrights © 2019