Sepuluh genotip jagung hibrida berumur genjah telah dievaluasi di lingkungan Maros, Sulawesi Selatan, pada musim tanam 1998/1999, untuk melihat penampilan fenotipik karakter hasil dan beberapa karakter penting lainnya. Percobaan ditata dalam rancangan acak kelompok dengan 12 perlakuan dan empat ulangan. Genotip yang diuji adalah AG9012, AG9014, AG9016, AG6016, AG5014, AG5018, AG8014, AG8016, AG7110, dan AG4010. Sebagai cek digunakan kultivar Bisma (bersari bebas) dan kultivar BISI-2 (hibrida). Berdasarkan hasil uji LSI, terdapat delapan genotip hibrida berumur genjah, yaitu AG9012, AG9014, AG9016, AG5014, AG5018, AG8014, AG8016, dan AG7110, yang lebih tinggi dari kultivar Bisma, namun tidak ada yang melebihi hasil kultivar BISI-2. Hasil yang lebih tinggi dari kultivar Bisma tersebut sejalan dengan penampilan beberapa karakter penting lain, seperti jumlah tongkol per tanaman, bobot biji per tanaman, kadar air saat panen, bobot tongkol per tanaman, serta keluarnya bunga jantan dan bunga betina yang lebih cepat.
Copyrights © 2000