Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor kepuasan perkawinanyang dominan pada istri dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subyekpenelitian adalah 68 ibu rumah tangga, 33 di antaranya bekerja dan 35 tidakbekerja, dan beranak minimal satu orang. Mereka tinggal di wilayah Depok danJakarta. Analisis hasil penelitian menunjukkan adanya tiga faktor kepuasanperkawinan yang dominan pada istri, yaitu hubungan interpersonal denganpasangan, partisipasi keagamaan dan kehidupan seksual. Faktor dominan padaistri yang bekerja adalah hubungan interpersonal dengan pasangan, kesesuaianperan dan harapan, komunikasi dengan pasangan, kesamaan minat, kemampuanmenghadapi konflik, dan keuangan. Sedangkan faktor yang dominan pada istriyang tidak bekerja adalah partisipasi keagamaan, kekuasaan dan sikap terhadapperkawinan, kehidupan seksual, hubungan dengan mertua dan ipar, dan anak.Diketahui pula, bagi istri berusia 26-30 tahun, faktor kepuasan perkawinan yangpaling dominan adalah hubungan interpersonal. Bagi yang berusia 31-36 tahunadalah hubungan dengan mertua dan ipar. Ketika usia perkawinan 4-5 tahunfaktor kepuasan perkawinan paling dominan adalah partisipasi keagamaan. Padausia perkawinan 6-10 tahun, faktor kepuasan paling dominan adalah hubunganinterpersonal.
Copyrights © 2013