Di masa lalu karya-karya naskah lama yang dihasilkan dari Tanah Banjar relatif cukup banyak. Karya-karya itu terutama ditulis oleh ulama-ulama Islam yang cukup terkemuka, seperti Syeikh Ahmad Syamsuddin al-Banjari yang menulis Asal Kejadian Nur Muhammad dan Tuhfah ar-Ragibin fî Bayan Haqiqah Iman al-Muâminin wa Ma Yufsiduhu min Riddah al-Murtaddin, serta Syekh Muhammad NaÃs (Datu NaÃs) yang menulis Al Durr an Nafis fi Bayan Wahdat al-Afâal wa al-Asmaâ wa as-Sifat wa al Zat, Zat al Taqdis. Namun, bagaimana sebenarnya peran Kerajaan Banjar dalam upaya mendukung penulisan naskah-naskah di Kalimantan Selatan? Artikel ini fokus pada upaya untuk menguraikan hal tersebut, yang secara umum bisa dibagi menjadi dua kategori. Pertama, peranan secara tidak langsung, dan kedua, peranan secara langsung.
Copyrights © 2012