Perkembangan layanan pendidikan khusus menuntut penyiapan kompentensi calon guru yang sesuai dengan tantangan saat ini. Penelitian ini mereviu kurikulum prodi pendidikan khusus jenjang S-1 (n= 7) dari total 18 prodi pendidikan khusus di Indonesia. Analisis kurikulum dilakukan dengan dua fokus, yaitu: matakuliah dengan fokus jenis kebutuhan khusus dan matakuliah pendukung kompetensi utama guru khusus (contoh: asesmen, intervensi akademik, intervensi perilaku, layanan transisi, dan layanan kompensatoris). Prosentase matakuliah penunjang kompentensi utama guru pendidikan khusus masih sangat terbatas (rerata = 47%). Hampir ke-tujuh prodi dalam penelitian ini terfokus pada jenis kekhususan yang ditawarkan dalam matakuliah wajib maupun pilihan berdasarkan kebutuhan khusus. Selain itu, matakuliah untuk menunjang kemampuan guru untuk menerapkan intervensi perilaku maupun layanan transisi tidak selalu dijumpai di setiap prodi pendidikan khusus. Pergeseran fokus kearah kebutuhan khusus disarankan untuk membekali calon guru pendidikan khusus.
Copyrights © 2019