Trotoar, sebagaimana ruang public, digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan. Namun halini menimbulkan masalah spasial. Dengan bertitik tolak pada teori dekon-struksi yangdikembangkan Derrida, sebuah obyek dapat memiliki turunan fungsi dan makna yang berbedadari yang dipikirkan atau dikehendaki perancangnya. Metode penelitian yang digunakan adalahgrounded theory dengan sistem disproportionate sampling. Tujuan penelitian ini untukmengidentifikasi apakah trotoar telah terdekon-struksi oleh pola kehidupan masyarakat yangtidak terakomodasi dalam pemaknaan formal yang dilakukan oleh pemerintah.AbstractPavement, as a public space, is used by various users in diverse activities which caused spatialproblem. By using Derrida’s deconstruction theory, an object has other second-dary functionsthat create many interpretations and meanings. Those interpretations and meanings are differentfrom designer’s concept and expectation. This research uses grounded-theory method withdisproportionate sampling. This research proves pave-ment not only has different function andusage from its original version but also has a-nother understanding that totally different from itsessential function..
Copyrights © 2008