Secara signifikan, pariwisata Kota Depok belum berkembang karena variasi dan obyek wisatamasih kurang. Kawasan Situ yang berpotensi menjadi kawasan wisata belum dikembangkanmenjadi obyek wisata. Penelitian ini bertujuan merancang kawasan Situ Pengasinan sebagaikawasan pariwisata kota bernuansa lingkungan. Proses analisis menggunakan teknologi SIG(Sistem Informasi Geografis), software ArcView versi 3.30 dengan cara melakukan overlayintersept. Analisis keruangan menggunakan metode pembobotan dan skoring, yaitu metodekuantifikasi kenampakan setiap obyek pada ruang. Penilaian dibagi menjadi penilaiankesesuaian lokasi (makro kawasan) dan kesesuian zona (mikro kawasan). Ketentuan lokasi danzona akan terlihat melalui akumulasi nilai skor. Hasil analisis menunjukkan bahwa lokasi SituPengasinan layak secara fisik untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata. Analisis mikrokawasan membagi kawasan menjadi 3 zona wisata, yaitu zona utama (wisata desa), zonaistirahat dan zona pendukung (wisata air dan belanja). Perancangan tapak pada masing-masingzona sudah memenuhi kebutuhan akan sarana dan prasarana pada zona tersebut. Hasil analisisjuga memberikan arahan pengembangan serta pola investasi dan pengem-bangan kawasan.AbstractTourism in Depok has not yet developed significantly because tourism variety and object are stilllimited. The lake area which is potential to become tourism area has not yet been developed fortourism object. This research intends to plan the lake area called “Pengasinan” as anecologically sound urban tourism area. The analysis used GIS (Geographic Information System)technology, a software Arc View version 3.30 which implements an intercept overlay method.Spatial analysis used weighted and scoring method by which appearance of object in spacequantified. Evaluation is divided into location suitability (macro area) and zone suitability(micro area). Certainty of location and zone can be seen through the accumulation of scoringvalue. Result of analysis reveal that location of “Pengasinan” lake is physically worth to bedeveloped as tourism area. Micro area analysis divides the area into 3 tourism zones, whichconsist of main zone (village view tourism), rest zone and supporting zone (water and shoppingtourism). The site planning at each zone can satisfy the needs for facility and infrastructurethere. The analysis result can also provide development direction as well as investment patternand area development.
Copyrights © 2008