Sebanyak 193.000 anak Indonesia kehilangan kesempatan hidup dibawah usia 5 tahun meskipun AKB di dunia turun dalam sepuluh tahun terakhir. ASI merupakan sumber gizi yang paling sempurna, baik kualitas maupun kuantitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi faktor internal dan eksternal determinan perilaku dengan pemberian ASI eksklusif. Jenis penelitian ini analitik dengan desain Cross Sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 62 responden. Analisis statistik menggunakan uji korelasi yaitu uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan terdapat 47 (75,8%) responden yang tidak memberikan ASI secara eksklusif. Adanya hubungan antara pengetahuan, persepsi, dukungan petugas kesehatan, dukungan orang terdekat dengan pemberian ASI eksklusif. Masyarakat lebih meningkatkan pengetahuan dengan aktif mengikuti penyuluhan tentang ASI eksklusif, dan Puskesmas diharapkan menerapkan strategi menuju keberhasilan menyusui ASI eksklusif.
Copyrights © 2019