Latar Belakang. Monosodium glutamat (MSG) adalah salah satu bahan tambahan   makanan   yang   apabila   dikonsumsi   berlebihan   dapat menimbulkan kerusakan pada beberapa bagian tubuh dan memicu stres oksidatif yang dapat mengakibatkan kerusakan sel. Metode.  Penelitian ini merupakan studi in vivo dengan pendekatan eksperimental murni. Sebanyak 27 ekor tikus dibagi menjadi 9 kelompokyaitu Kelompok kontrol (aquadest) Kelompok 1 (MSG 4g/kgBB), Kelompok 2 (MSG 6g/kgBB) masing-masing diberikan pajanan selama 28 hari, tikus dimatikan pada hari ke 1, ke 29 dan ke 57 pasca penghentian pajanan).  Data  dianalisis  menggunakan  uji  One-way  ANOVA  yang dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Hasil. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara rerata kadar MDA hari ke-1, ke-29, dan terdapat perbedaan bermakna antar kelompok pada hari ke-57 pasca penghentian pajanan MSG. Kesimpulan. Terjadi peningkatan kadar MDA jantung tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dewasa setelah penghentian pajanan MSG. Kata Kunci: MSG, stress oksidatif, kadar MDA, jantungÂ
Copyrights © 2018