JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018

IDENTIFIKASI FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENGGUNA ANGKUTAN UMUM (OPLET) DI KOTA PONTIANAK, STUDI KASUS: KECAMATAN PONTIANAK KOTA DAN KECAMATAN PONTIANAK BARAT

Wulandari, Meity (Unknown)
Hernovianty, Firsta Rekayasa (Unknown)
Wulandari, Agustiah (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2018

Abstract

Angkutan umum (oplet) sampai saat ini masih mendominasi pelayanan angkutan perkotaan. Pada tahun 2007 di Kota Pontianak, peran angkutan umum (oplet) mencapai hingga 70%. Kemudian pada tahun 2009 hingga saat ini, kualitas angkutan umum (oplet) semakin memburuk. Hal ini, disebabkan oleh pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi yang tidak terkendali, bahkan cenderung menggantikan peran angkutan umum (oplet).Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan arahan pelayanan angkutan umum (oplet) di Kecamatan Pontianak Kota dan Kecamatan Pontianak Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Variabel yang diteliti adalah: keamanan, kenyamanan, waktu perjalanan, keterjangkauan, dan sosial-ekonomi. Pengumpulan data primer dilakukan dengan kuesioner, kemudian diperkuat dengan wawancara berdasarkan daftar pertanyaan. Data sekunder didapat dari hasil-hasil penelitian, laporan-laporan studi, dan literatur yang relevan. Analisis data dengan menggunakan metode regresi berganda yang validasinya diukur secara statistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa varibel yang paling berpengaruh terhadap pemilihan moda adalah variabel keamanan dan kenyaman, kemudian dari 5 variabel terdapat faktor pendukung dan penghambat pengguna angkutan umum (oplet) dan arahan pelayanan angkutan umum (oplet) berdasarkan preferensi masyarakat di Kecamatan Pontianak Kota dan Kecamatan Pontianak Barat.  Kata Kunci : Angkutan Umum (oplet), Preferensi Masyarakat

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...