Caraka Tani - Agriculture Science Journal
Vol 27, No 1 (2012)

STUDI MORFOLOGI DAN ANALISIS KORELASI ANTAR KARAKTER KOMPONEN HASIL TANAMAN SEREH WANGI (Cymbopogon sp.) DALAM UPAYA PERBAIKAN PRODUKSI MINYAK

Djoar, Djati Waluyo (Unknown)
Sahari, Panut (Unknown)
Sugiyono, Sugiyono (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2012

Abstract

Studi   Morfologi   dan   Analisis   Korelasi   Antar   Karakter Komponen Hasil Tanaman Sereh Wangi (Cymbopogon sp.) dalam Upaya Perbaikan   Produksi   Minyak.   Sereh   cukup   dikenal   oleh   masyarakat Indonesia sebagai bumbu masak, yaitu sereh dapur (Cymbopogon citratus). Sereh wangi termasuk tanaman dengan kriteria langka dan belum banyak masyarakat mengenalnya, terdapat dua spesies yang sudah diketahui yaitu sereh wangi Lenabatu (Cymbopogon nardus) dan sereh wangi Mahapengiri (Cymbopogon winterianus) yang khusus diambil minyak atsirinya sebagai bahan  baku  parfum  dan  obat.  Penelitian  ini  dilaksanakan  pada  bulan Desember  2010  sampai  Februari  2011  di  BKPH  Lawu  Selatan  RPH Watukempul dan Konsorsium Desa    Sendang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten  Wonogiri.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  karakter morfologi,  rendemen  minyak  atsiri  dan  tingkat  keragaman  sereh  wangi, digunakan   sebagai   landasan   seleksi   untuk   mendapatkan   bibit   unggul. Penelitian  ini  menggunakan  30  sampel/aksesi,  ditentukan  secara  Random Proporsional. Pengamatan dilakukan pada karakter morfologi dan rendemen minyak  atsiri,  tingkat  keragaman  ditentukan  dari  analisis  Cluster  dengan metode average linkage (pautan rataan) dan keeratan hubungan antara sifat komponen hasil dengan rendemen minyak dilakukan analisis korelasi.. Dari hasil  penelitian  didapat  keragaman  sereh  wangi  sebesar  24,90  %  yan Keragaman tersebut terlihat dari sifat morfologi, dan perbedaan rendemen minyak yang dihasilkan. Aksesi 26 dan aksesi 24 memiliki rendemen minyak tertinggi yaitu 1,421 % dan 1,25 %. Kedua aksesi ini memiliki persamaan dari segi morfologi yaitu warna pelepah daun merah keunguan, memiliki jumlah tanaman per rumpun   sedikit antara (50-100) dan memiliki tinggi tanaman tidak terlalu tinggi (antara 150-200 cm).Sifat tinggi tanaman, jumlah tanaman per  rumpun  dan  panjang  daun  memiliki  hubungan  negatip  sangat  nyata, sedangkan sifat panjang pelepah memiliki hubungan nyata dengan rendemen minyak atsiri sehingga dapat digunakan sebagai kriteria seleksi dalam upaya peningkatan hasil minyak.

Copyrights © 2012