Abstrak Indonesia merupakan negara maritim yang terdiri dari banyak kepulauan besar maupun kecil. Sebagai Negara kepulauan, penggunaan transportasi kapal laut sangat penting untuk menghubungkan antar pulau di Indonesia. Dalam pembuatan kapal harus melalui perencanaan dan proses yang cukup panjang. Dalam perencanaan konstruksi kapal, lambung kapal adalah bagian yang pertama terkena air laut. Material lambung kapal pada kapal patroli sering menggunakan bahan Aluminium 5083. Material lambung kapal yang sering terjadi korosi karena selalu bersentuhan dengan air laut. Korosi merupakan peristiwa terjadinya perubahan bentuk struktur kimiawi pada logam. Korosi adalah peristiwa yang menjadi masalah semua orang, khususnya pada bidang industri terutama bidang perkapalan. Masalah tersebut yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian uji laju korosi material alumunium 5083 sebagai material lambung kapal dengan media air laut.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Dan dalam metode analisa data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Secara kuantitatif dihitung dengan kehilangan berat (weight loss) sesuai dengan ASTM G31-72. Secara deskriptif kualitatif dilihat dibawah mikroskop digital dengan perbesaran 1000x. Spesimen yang diuji adalah aluminium 5083 sebagai bagian lambung kapal yang direndam dan dialiri dengan pompa simulasi 29 knot dengan variasi media air laut dari Kamal, Surabaya, dan Lamongan yang memiliki salinitas, pH dan TDS yang berbeda dalam waktu 12, 24, 48 dan 168 jam.Hasil penelitian kali ini diperoleh nilai laju korosi air laut Lamongan dengan waktu 12 jam mengalami laju korosi 0,0848 mmpy, untuk waktu 24 jam mengalami laju korosi 0,0601 mmpy, untuk waktu 48 jam mengalami laju korosi 0,0389 mmpy, dan pada waktu 168 jam mengalami laju korosi 0,0199 mmpy. Untuk air laut Gresik dengan waktu 12 jam mengalami laju korosi 0,0353 mmpy, untuk waktu 24 jam mengalami laju korosi 0,0230 mmpy, untuk waktu 48 jam mengalami laju korosi 0,0186 mmpy, dan pada waktu 168 jam mengalami laju korosi 0,0121 mmpy. Sedangkan pada air laut Kamal dengan waktu 12 jam mengalami laju korosi 0,0353 mmpy, untuk waktu 24 jam mengalami laju korosi 0,0194 mmpy, untuk waktu 48 jam mengalami laju korosi 0,0168 mmpy, dan pada waktu 168 jam mengalami laju korosi 0,0104 mmpy. Kata kunci: laju korosi, aluminium 5083, salinitas air laut, waktu.
Copyrights © 2017