Avatara
Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)

KESULTANAN BIMA DI BAWAH PEMERINTAHAN SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN TAHUN 1917-1942

SAPUTRI, RENI (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Jun 2016

Abstract

Sebelum kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin banyak masalah yang dihadapi oleh Sultan Ibrahim. Sultan Ibrahim dipaksa pemerintahan Belanda untuk menandatangani isi perjanjian kontrak panjang dan melakukan penarikan pajak secara paksa terhadap masyarakat Bima. Kekejaman Belanda itu membuat Sultan Muhammad Salahuddin bertekadbahwa nanti saat menjadi raja, akan membebaskan masyarakatnya dari kesengsaraan dan penderitaan selama ini. Sultan Muhammad Salahuddin merupakan Sultan ke-14 memimpin pada tahun 1917-1942. Sosok Sultan Muhammad Salahuddin adalah seorang pemimpin yang terus berusaha memajukan Kesultanan Bima. Sultan Muhammad Salahuddin di mata masyarakat adalah seorang pemimpin yang berjuang dan memperlakukan rakyat sama halnya dengan memperlakukan keluarga. Rumusan masalah penelitian ini yaitu 1) Bagaimana keadaan Kesultanan Bima sebelum kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin, 2) Bagaimana usaha Sultan Muhammad Salahuddin memajukan kesultanan Bima 1917-1942.Metode yang dilakukan adalah pengumpulan sumber-sumber sejarah melalui dua cara yaitu sumber primer diperoleh dari wawancara langsung dengan Keluarga Raja Bima, arsip-arsip, peninggalan Sultan Bima. Sumber sekunder didapat dari buku-buku, skripsi, dan jurnal online mengenai Sultan Muhammad Salahuddin melawan Penjajahan Belanda di Bima.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan Kesultanan Bima sebelum kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin melalui (a) Situasi ekonomi sosial budaya masyarakat masa sultan sebelumnya yaitu masa Sultan Ibrahim seadaannya memprihatinkan. Keadaan pertanian dan peternakan masyarakat Bima terbengkalai, penarikan pajak secarapaksa oleh Belanda. Sistem kepercayaan masayarakat Bima mayoritas Islam, sehingga pendidikan pesantren terbatas untuk kalangan tertentu saja; (b) Situasi politik adalah Sultan Ibrahim dipaksa mendatangani isi perjanjian kontrak panjang oleh Belanda dan sejak itu Kesultanan Bima sudah menjadi bagian dari wilayah pemerintahan Kolonial Belanda. Mulai saat itulah kekuasaan di tangan Belanda dan terjadi perang seperti 1) Perang Ngali; 2) Perang Dena; dan 3) Perang Kala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesultanan di bawah kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin tahun 1917-1942 mengalami banyak kemajuan yaitu dilihat dari usaha Sultan Muhammad Salahuddin memajukan Bima melalui(a) Aspek pendidikan adalah mendirikan sekolah-sekolah umum dan sekolah agama. Tujuan mencerdaskan dan membuka kesadaran masyarakat pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka; (b) Aspek sosial adalah organisasi yang dirikan Sultan ataupun tidak, bertujuan untuk menambahkan nilai-nilai nasional dan semangat pada diri masyarakat untuk terusberjuang; (c) Aspek politik adalah melakukan pengusiran terhadap pemerintah Belanda dan menjadikan Bima lebih baik tanpa ada campur tangan bangsa lain terutama Belanda. Kata Kunci: Pemerintahan, Sultan Muhammad Salahuddin, Memajukan Bima.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

avatara

Publisher

Subject

Arts Humanities Education

Description

E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas ...