SAPUTRI, RENI
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESULTANAN BIMA DI BAWAH PEMERINTAHAN SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN TAHUN 1917-1942 SAPUTRI, RENI
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin banyak masalah yang dihadapi oleh Sultan Ibrahim. Sultan Ibrahim dipaksa pemerintahan Belanda untuk menandatangani isi perjanjian kontrak panjang dan melakukan penarikan pajak secara paksa terhadap masyarakat Bima. Kekejaman Belanda itu membuat Sultan Muhammad Salahuddin bertekadbahwa nanti saat menjadi raja, akan membebaskan masyarakatnya dari kesengsaraan dan penderitaan selama ini. Sultan Muhammad Salahuddin merupakan Sultan ke-14 memimpin pada tahun 1917-1942. Sosok Sultan Muhammad Salahuddin adalah seorang pemimpin yang terus berusaha memajukan Kesultanan Bima. Sultan Muhammad Salahuddin di mata masyarakat adalah seorang pemimpin yang berjuang dan memperlakukan rakyat sama halnya dengan memperlakukan keluarga. Rumusan masalah penelitian ini yaitu 1) Bagaimana keadaan Kesultanan Bima sebelum kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin, 2) Bagaimana usaha Sultan Muhammad Salahuddin memajukan kesultanan Bima 1917-1942.Metode yang dilakukan adalah pengumpulan sumber-sumber sejarah melalui dua cara yaitu sumber primer diperoleh dari wawancara langsung dengan Keluarga Raja Bima, arsip-arsip, peninggalan Sultan Bima. Sumber sekunder didapat dari buku-buku, skripsi, dan jurnal online mengenai Sultan Muhammad Salahuddin melawan Penjajahan Belanda di Bima.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan Kesultanan Bima sebelum kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin melalui (a) Situasi ekonomi sosial budaya masyarakat masa sultan sebelumnya yaitu masa Sultan Ibrahim seadaannya memprihatinkan. Keadaan pertanian dan peternakan masyarakat Bima terbengkalai, penarikan pajak secarapaksa oleh Belanda. Sistem kepercayaan masayarakat Bima mayoritas Islam, sehingga pendidikan pesantren terbatas untuk kalangan tertentu saja; (b) Situasi politik adalah Sultan Ibrahim dipaksa mendatangani isi perjanjian kontrak panjang oleh Belanda dan sejak itu Kesultanan Bima sudah menjadi bagian dari wilayah pemerintahan Kolonial Belanda. Mulai saat itulah kekuasaan di tangan Belanda dan terjadi perang seperti 1) Perang Ngali; 2) Perang Dena; dan 3) Perang Kala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesultanan di bawah kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin tahun 1917-1942 mengalami banyak kemajuan yaitu dilihat dari usaha Sultan Muhammad Salahuddin memajukan Bima melalui(a) Aspek pendidikan adalah mendirikan sekolah-sekolah umum dan sekolah agama. Tujuan mencerdaskan dan membuka kesadaran masyarakat pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka; (b) Aspek sosial adalah organisasi yang dirikan Sultan ataupun tidak, bertujuan untuk menambahkan nilai-nilai nasional dan semangat pada diri masyarakat untuk terusberjuang; (c) Aspek politik adalah melakukan pengusiran terhadap pemerintah Belanda dan menjadikan Bima lebih baik tanpa ada campur tangan bangsa lain terutama Belanda. Kata Kunci: Pemerintahan, Sultan Muhammad Salahuddin, Memajukan Bima.
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KESEIMBANGAN TERHADAP KEMAMPUAN SIKAP LILIN DALAM SENAM LANTAI SISWI KELAS X SMK NEGERI 2 BONE Saputri, Reni; Khalid Rijaluddin; Andi Mutmainna
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Processed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64433

Abstract

This study aimed to determine the relationship between arm muscle strength and balance with the ability to perform the candle stand in floor gymnastics among tenth-grade female students at SMK Negeri 2 Bone. This study was motivated by the difficulties experienced by students in performing the candle stand movement correctly and stably. The research used a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 32 tenth-grade students, with 22 female students selected as the sample using purposive sampling. Data were collected through a push-up test to measure arm muscle strength, the standing stork stand test to measure balance, and a candle stand test to assess candle stand ability. Data were analyzed using descriptive statistics, normality and homogeneity tests, and hypothesis testing with SPSS. The results showed a significant relationship between arm muscle strength and candle stand ability, with R = 0.625 and p = 0.002 < 0.05. Balance also had a significant relationship with candle stand ability, with R = 0.611 and p = 0.003 < 0.05. Simultaneously, arm muscle strength and balance had a significant relationship with candle stand ability, with R = 0.683 and p = 0.003 < 0.05. Thus, arm muscle strength and balance are significantly related to the ability to perform the candle stand in floor gymnastics among tenth-grade female students at SMK Negeri 2 Bone.