Media Gizi Mikro Indonesia
Vol 10 No 2 (2019): Media Gizi Mikro Indonesia Juni 2019

PENGARUH DOSIS DAN LAMA WAKTU PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP KADAR GULA DARAH DAN DERAJAT INSULITIS TIKUS MODEL DIABETES MELITUS TIPE 2

Fitria Dhenok Palupi (Program Diploma III Gizi Politeknik Kesehatan TNI AU Adisutjipto
Clinical Nutrition, Ilmu Gizi, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret)

Brian Waskita (Clinical Nutrition, Ilmu Gizi, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret
Bagian Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret)

Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa (Bagian Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret
Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2019

Abstract

Latar Belakang. Diabetes melitus merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang meningkat tiap tahun. Insulitis merupakan keadaan patofisiologis inflamasi dari pulau langerhans pankreas yang berperan penting dalam mempertahankan homeostasis glukosa darah dan berkorelasi dengan perkembangan diabetes melitus tipe 2. Centella asiatica merupakan tanaman yang mengandung antioksidan jenis pentacyclic triterpenes yang mempunyai aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Tujuan. Menganalisis pengaruh pemberian ekstrak etanol pegagan terhadap kadar gula darah dan derajat insulitis tikus Wistar jantan induksi sreptozotocin-nicotinamide. Metode. Penelitian ini terdiri atas enam perlakuan yaitu kontrol normal (K-), kontrol diabetes (K+), ekstrak etanol pegagan dosis 300 mg/kg BB (P1), ekstrak etanol pegagan dosis 600 mg/kg BB (P2), ekstrak etanol pegagan dosis 1.200 mg/ kg BB (P3), dan pemberian obat metformin dosis 45 mg/kg BB (P4), tikus diterminasi pada lama pemberian 28 hari dan 35 hari di laboratorium PSPG UGM Yogyakarta. Analisis statistik menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan uji lanjut menggunakan Duncan multiple range test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol pegagan mengandung zat aktif asiaticoside dan aktivitas antioksidan 86,81%. Pemberian ekstrak etanol pegagan menurunkan kadar gula darah pada lama pemberian 28 hari (p=0,001) dan 35 hari (p=0,001). Pemberian ekstrak etanol pegagan menurunkan derajat insulitis pada lama pemberian 35 hari (0,008), namun tidak signifikan pada lama pemberian 28 hari (p=0,368). Kesimpulan. Esktrak etanol pegagan dosis 600 mg/kg BB paling efisien dalam menurunkan kadar gula darah dan derajat insulitis sehingga mencegah kondisi hiperglikemia dan inflamasi dibandingkan obat oral antidiabetes dengan efek samping yang ditimbulkannya.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

mgmi

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Media Gizi Mikro Indonesia (Indonesian Journal of Micronutrient) is a scientific journal published periodically by the Center for Research and Development of Iodine Deficiency Disorders (BPP GAKI), regularly twice a year. A paper published in the form of text / article the results of research and ...