Kecemasan Akademik merupakan reaksi dari diri yang merasa tidak mampu untuk melakukan berbagai aktivitas dalam bentuk akademik. Kecemasan akademik ini sering terjadi di sekolah karena siswa memiliki pola pikir yang tidak logis yang sangat berpengaruh pada stabil tidaknya emosi siswa. Untuk menangani permasalahan ini, peneliti menggunakan teknik self affirmation di dalam praktek bimbingan kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecemasan akademik pada siswa sebelum dan sesudah diberikan teknik self affirmation, dan melihat adanya penurunan kecemasan akademik secara signifikan siswa MAN Model setelah diberikan teknik self affirmation. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest-Postest Group Design. Sampel diambil dengan metode purposive sampling berjumlah 30 orang dari 117 siswa yang memiliki kecemasan akademik tinggi. Data dikumpulkan dengan angket berskala 1-4. Uji paired sample sign-test yang dipakai untuk melihat ada atau tidaknya penurunan perilaku kecemasan akademik sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan setelah diberikan teknik self affirmation, sebelum diberikan perlakuan nilai rata-rata (mean) kecemasan akademik pada siswa sebesar 77,6060,03 nilai rata-rata (mean) setelah perlakuan. Rata-rata penurunan nya adalah sebesar 17,57. Tabel binominal n=30 dan p=0,01 sebagai taraf signifikansi, X ≤ p adalah 0,000. Karena 0,000 ≤ 0,01 maka dapat dikatakan bahwa teknik self affirmation dapat menurunkan kecemasan akademik secara berarti dan signifikan pada siswa.
Copyrights © 2018