Jurnal Mentari
Vol 17, No 1 (2014)

MAKIAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BERBAHASA IBU BAHASA ACEH DI KABUPATEN ACEH SELATAN

Rostina Taib (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 May 2014

Abstract

Penelitian Makian dalam Kehidupan Masyarakat Berbahasa Ibu Bahasa Aceh di Kabupaten Aceh Selatan  menggunakan metode deskriptif Pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekam dan teknik catat.  Data diolah dengan  teknik analisis kualitatif  dengan langkah seleksi data, klasifikasi data,  analisis data, dan membuat simpulan. Hasil penelitian menunjukkan   bahwa makian yang ditemukan dalam bahasa ini pada umumnya berupa kata tabu,  keji, kasar,  dan kotor yang sebaiknya tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari segi bentuk, makian dalam bahasa ini terdiri atas kata dasar, frasa, dan klausa. Dilihat dari sudut pandang referensi, makian dalam bahasa ini memiliki referensi yang meliputi: binatang, makhluk halus, benda-benda,bagian tubuh, kekerabatan,  profesi,  keadaan, dan aktivitas. Makian yang mengacu pada referen aktivitas yang ditemukan dalam penelitian ini tidak ada yang merujuk pada kata-kata keji dan kotor, hanya menggunakan kata-kata yang bernilai rasa kasar. Selain itu, dalam penelitian ini juga tidak ditemukan makian yang mengacu pada  leumo ‘lembu’.  Berdasarkan fungsi, pemakaian kata makian digunakan  untuk menngungkapkan kemarahan, kekesalan, kebencian, kesedihan, kegembiraan, dan keakraban.      

Copyrights © 2014