Apakah arkeologi mempunyai paradigmanya sendiri? Sebuah pertanyaan mendasar lantas menjadi penting, arkeologi termasuk ilmu atau seni? Seolah menjawab pertanyaan ini, arkeolog Amerika James F. Deetz menulis: "As a part of cultural anthropology, archaeology is legitimately as social science" (Deetz 1971: 3). Akan tetapi sampal di sini masalahnya tidak lantas menjadi usai. Apakah hanya karena sebagai bagian dari ilmu antropologi budaya saja arkeologi dapat disebut ilmu?
Copyrights © 1991