Saat ini di kota Malang semakin banyak bermunculan industri kreatif sub-sektor kriya berbasis olahan sampah dan barang bekas. Namun, dalam perkembangannya, banyak kendala yang dihadapi oleh industri-industri kecil ini, seperti pemanfaatan digital marketing yang kurang optimal. Sebagaimana yang telah diketahui oleh masyarakat luas, inovasi digital dapat membangun konektivitas sehingga pelaku-pelaku bisnis banyak yang terhubung dengan pasar baru maupun akses modal yang berdampak pada kinerja industri. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh digital marketing terhadap kinerja pemasaran melalui intellectual capital, baik secara langsung maupun tidak langsung. Studi ini dilakukan terhadap para pengusaha industri kreatif pengolah limbah dan barang bekas dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 100 sampel pelaku industri dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui survei kuisioner kemudian dianalisis menggunakan path analysis. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengaruh langsung digital marketing terhadap kinerja pemasaran lebih tinggi dibandingkan pengaruh tidak langsungnya melalui intellectual capital. Walau demikian, intellectual capital mampu memediasi pengaruh digital marketing terhadap kinerja pemasaran. Jadi, digital marketing yang digunakan oleh para pengusaha industri dapat meningkatan pengetahuan yang bisa diubah menjadi profit, sedemikian hingga volume penjualan, pertumbuhan pelanggan, dan pertumbuhan pendapatan juga semakin tinggi.
Copyrights © 2019