Artikel ini dilatarbelakangi oleh kondisi anak-anak di Paroki Santo Fransiskus Asisi Karot yang menampilkan sikap dan perilaku bertentangan dengan nilai-nilai luhur. Mereka kurang peduli pada lingkungan yang bersih dan sehat, kurang menjaga ketenangan, kurang menghargai dan menghormati sesama, kurang tahu bersyukur dan berterimakasih. Kondisi ini mempunyai dampak buruk untuk masa depan mereka dan menyebabkan mereka tidak memiliki karakter mulia. Padahal karakter mulia itu sangat diperlukan dalam interaksi di tengah masyarakat, di lingkungan sekolah, dan keluarga. Olehnya, artikel ini menawarkan kegiatan pengembangan Serikat Kepausan Anak Misioner di Paroki Santo Fransiskus Asisi dengan tujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan perilaku mencintai lingkungan, menjaga ketenangan, menghargai dan mencintai sesama, bersyukur atas apa yang mereka terima dalam hidup. Mereka perlu dibina agar belajar hidup disiplin, tertib, dan santun. Metode kegiatan ini terdiri dari bercerita, berdoa, mendalami Kitab Suci, melaksanakan kegiatan bakti sosial, mengujungi panti asuhan, berpuisi, bernyanyi, menerapkan gerak dan tari. Hasilnya, kegiatan ini dinilai mampu membangun karakter anak di Paroki Karot
Copyrights © 2020