Sifat jurnalisme warga yang terbuka dan bebas dilakukan oleh siapa saja, menjadikannya tantangan tersendiri bagi pelakunya. Meski belum ada kumpulan prinsip atau aturan tertulis secara resmi mengenai etika jurnalisme warga, setidaknya jurnalis warga dapat memaknai etika jurnalisme yang berlaku saat ini sebagai pedomannya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemaknaan etika jurnalisme warga oleh jurnalis warga NETCJ di wilayah Solo, karena wilayah Solo merupakan wilayah paling banyak dan aktif mengirimkan liputan jurnalisme warga. Melalui metode penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologi, serta teori interaksi simbolik, penelitian ini bertujuan untuk menggali motif, pengalaman, dan kesepakatan mereka dalam menerapkan etika jurnalisme warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika jurnalisme warga dimaknai sebagai aspek moralitas dan kualitas. Aspek moralitas berkaitan dengan sopan santun dan etika, sedangkan aspek kualitas berkaitan dengan mutu konten yang dinilai berdasarkan aturan dalam jurnalistik.
Copyrights © 2020