Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

TREN KEBUTUHAN KUALIFIKASI JURNALIS RADIO PADA INDUSTRI RADIO SIARAN DI KOTA BANDUNG Yudhapramesti, Pandan; Fadilah, Efi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.028 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6028

Abstract

Untuk mengetahui kualifikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia kerja, perguruan tinggi seyogyanya aktif melakukan pendekatan serta penelitian terhadap dunia kerja. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui serta merumuskan kualifikasi sumber daya manusia di bidang jurnalistik radio yang dibutuhkan oleh radio siaran dalam aspek pemahaman terhadap filosofi jurnalistik, karakter media, kemampuan mengolah pesan untuk siaran radio, serta pemahaman etika profesi.Penelitian dilakukan terhadap tiga stasiun radio siaran di Bandung yaitu Radio PR FM, Radio Republik Indonesia, dan Radio Litasari FM. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data diperoleh melalui pengamatan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwajurnalis radio yang dibutuhkan adalahyang memahami filosofi perannya sebagai pembawa pesan serta memahami karakteristik radio siaran agar optimal mengolah pesan untuk radio. Mereka juga  diharapkan dapat menjunjung tinggi etika profesi.  Sejalan dengan perkembangan teknologi berbasis internet,  para  jurnalis radio juga dituntut bekerja dalam pola kerja media konvergensi. Pengelola radio menyadari kesenjangan antara kondisi ideal dan real kualifikasi jurnalis radio,namun mengaku kesulitan mengatasinya. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk menyediakan calon jurnalis radio dengan kualifikasi yang memadai.
Aktivasi Keterlibatan Publik dalam Program Berita ‘NET 10’ Anggraeni, Dinar Safa; Karlinah, Siti; Yudhapramesti, Pandan
ARISTO Vol 5, No 2 (2017): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v5i2.489

Abstract

This research entitled Activation of The Public Engagement in `NET 10` News Program. An intrinsic case study by Robert E. Stake on Activating The Public Engagement in `NET 10` Citizen Journalism NET TV’s News Program. This research aimed to understand NET TV’s public management strategy in 'NET 10' news program. In addition, this research also aimed to determine how the editorial staff considere the standard of news value and news judgment on citizen journalist news, and the function of public sphere in the mass media of citizen journalism. The method used qualitative research with intrinsic case study approach by Robert E. Stake to NET TV’s editorial. The results showed the editorial’s strategy of public management by following action: (1) provided easily of joining  'NET CJ', (2) created  campaigns to increase the number of CJ, (3) nature CJ by keeping good and giving relationship evaluations, (4) provides rewards for the creator of CJ news aired in 'NET 10', and (5) educates CJ in making a citizen journalism news. NET TV used curation techniques in the process of citizen journalism news gatekeeper to keep the news value and news judment standard of citizen journalism news. Unfortunately, ‘NET 10’’s citizen journalism news rate of the proportion of news comprehensive continues to fall down because the editorial put loyalty forward. 'NET CJ' act as a opinions catalyst of the citizens to the government.
Jurnalis dan Jurnalisme dalam Fenomena Kontemporer Pandan Yudhapramesti
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, Oktober 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol10.iss1.art9

Abstract

Secara global, jurnalisme telah berkembang dari waktu ke waktu, sejalan dengan perubahan berbagai aspek dalam masyarakat, seperti sosial, budaya, politik, agama, ekonomi, termasuk teknologi komunikasi. Demokrasi sering menjadi kambing hitam keterbatasan ruang gerak piers atau praktik-praktik jurnalisme. Di Indonesia, runtuhnya ordebaru telah memberikan kesempatan bagi pers yang Iebih demokratis. Namun eksistensi pers, jurnalisme, serta jurnalis-jurnalis yang berkecimpung di dalamnya justru terancam melemah karena kelemahan beradaptasi pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Di riegara-negara dengan tingkat konektivitas internet yang baik, internet telah mengubah cara orang-orang berkomunikasi secara dramatis. Terjadi dialektika antara perkembangan TIK dan perubahan sosial, termasuk pada perubahan cara-cara produksi dan konsumsi media, serta berubahnya praktik-praktik jurnalisme dalam berbagai aspek. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, jika orang orang telah demikian mudah saling bertukar informasi, masihkah jurnalisme diperlukan? Jurnalisme hanya akan tetap eksis bila mampu beradaptasi dan responsif terhadap perubahan. Makalah ini menyoroti berbagai fenomena kontemporer terkait adaptasi terhadap perubahan tersebut mencakup a) spirit, ideologi, dan pendekatan; b) kemampuan menggali, mengolah karya, dan menyampaikan karya kepada khalayak, c) pemahaman tentang medium penyampai pesan, d) pemahaman atas perilaku khalayak serta nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat baik dalam konteks lokal maupun global. Kemampuan beradaptasi pada elemen-elemen perubahan tersebut akan menentukan eksis tidaknya jurnalisme.
MANAJEMEN MEDIA THE CONVERSATION INDONESIA SEBAGAI MEDIA BARU Siti Aisah Nurhalida; Dadang Rahmat Hidayat; Pandan Yudhapramesti
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v6i1.13784

Abstract

 In 2017, The Conversation Indonesia media came up with unique concepts and ways of working compared to online mass media in general. This media carries the concept of science communication (Scicom) and content collaboration with academics how it works with journalists as editors. In contrast, academics or experts play the role of journalists in producing popular scientific articles as the main content. For carrying out its media, The Conversation Indonesia presents science simply and easily understood to the public with a popular article-based format based on research, podcasts, and infographic content on social media. The editing process is carried out jointly between editors who are in charge as curators and responsible for the elements of journalism in writing with academics who are controlling its substance until the writing is published. Not accepting any adverts, to maintain its sustainability, The Conversation Indonesia obtained funding from university partners and donors with writing training for academics in return.
Lingkup Regulasi Media dalam Lanskap Global Pandan Yudhapramesti
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 20 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.596 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v20i1.40

Abstract

The use of media in a variety of platforms, continues to increase globally. As it is, many problems arise, such as the increase in cyber crime, the number of lawsuits as well as an increase in people who are subject to the penalties for actions in the cyber world. This paper is the result of literature research on the study of media regulation trends. The focus of research aimed at: a) Current issues related to media policy in the global landscape, b) Trends on research issues of media studies, and c) an alternative method in the study of media regulation. The focus of research directed its relevance to the context of Indonesia. The study concluded that study of media regulation should aim to understand the current issues in the media, including efforts to find ideas solutif due to the development of a multi-dimensional global landscape, as well as issues that arise as a result of the user interaction media between the state and the nations. Trends issue generally highlighted are: 1) The policy of media, freedom of expression and citizenship, 2) media policy and institutional design, 3) media policy and the state media, as well as 4) the problems arising from the transformation of technology and global interactions. Recent developments in the media and global digital landscape has prompted numerous new problems, thus demanding the emergence of alternative methods, such as method of comparison or comparative studies and policy analysis method is based on a system perspective. Keywords: Media Studies, Media Policy, The Digital Era, Global Era ABSTRAK Penggunaan media dalam berbagai platform, terus meningkat secara global. Seiring hal tersebut, berbagai masalah muncul, seperti peningkatan kejahatan siber, jumlah tuntutan hukum serta peningkatan orang yang dikenai hukuman akibat tindakan di dunia siber. Makalah ini merupakan hasil penelitian kepustakaan mengenai tren kajian regulasi media. Fokus penelitian diarahkan pada: a) persoalan-persoalan mutakhir terkait kebijakan media dalam lanskap global, b) Tren tentang isu-isu penelitian kajian media, serta c) Metode alternatif dalam kajian regulasi media. Fokus penelitian diarahkan relevansinya kepada konteks Indonesia. Kajian ini menyimpulkan bahwa, kajian regulasi media perlu diarahkan untuk memahami persoalan mutakhir pada media, termasuk upaya menemukan gagasan solutif akibat perkembangan multi dimensi dalam lanskap global, serta persoalan yang muncul akibat interaksi pengguna media antar negara dan bangsa. Tren isu yang umumnya disoroti adalah: 1) Kebijakan media, kebebasan berekspresi (freedom of expression) dan citizenship, 2) kebijakan media dan desain institusional, 3) Kebijakan media dan media pemerintah, serta 4) masalah-masalah yang muncul akibat transformasi teknologi dan interaksi global. Perkembangan mutakhir media dalam lanskap digital dan global telah memunculkan berbagai persoalan baru, sehingga menuntut lahirnya metode-metode alternatif, seperti metode perbandingan atau studi komparasi serta metode analisis kebijakan berdasarkan perspektif sistem. Kata kunci: Kajian Media, Kebijakan Media, Era Digital, Era Global
DUNIA BENTUKAN ORANG TUA : Kajian Fenomenologi tentang Isolasi Sosial Terhadap Anak dan Pembentukan Konsep Diri Serta Karakter Anak Pandan Yudhapramesti
Avant Garde Vol 4, No 1 (2016): AVANT GARDE
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.006 KB) | DOI: 10.36080/avg.v4i1.213

Abstract

To prevent unwanted social danger of the association of children outside the home, some parents build a specific strategy in raising children, to raise children in a social environment that is controlled parent.To limit the social pollution, parents in this category strictly limiting social affiliation or participation of children in social environments outside the home, or create social isolation of children while the formation of self-concept and character progress. This study uses a phenomenological approach, explore the everyday experience of informants about the concept of social isolation that they do to the child, during the formation of character and self-concept of children, or as it is called Berger and Luckmann during primary socialization. The results showed that the primary socialization period is a crucial moment in the formation of self-concept and character of a child. During this period, the social isolation and protection of the parents needs to be done so that the child can absorb the meanings and values espoused parents, without much intervention from other people. After the meanings and values of parents are fully internalized in the child, then the children are introduced to the wider social environment outside the protection of the parents. Social isolation and protection of the parents will be removed when the child has been able to take decisions in accordance with the values expected of parents and able to protect himself. This belief is making your child through primary socialization period longer than the other children, but the parents who developed this concept believe this strategy will create the self concept and character of the child becomes stronger against the influence of social pollution.
HUBUNGAN PEMBELAJARAN DARING DENGAN STRES AKADEMIK MAHASISWA MAGISTER FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PADJADJARAN Muhammad Iqbal Rizaldy; Purwanti Hadisiwi; Pandan Yudhapramesti
EDUTECH Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i1.41190

Abstract

The aim of this study is to see if there is a relationship between online learning and academic stress of students of the Masters Program of the Faculty of Communication Sciences, Padjadjaran University. This research is a quantitative study with the population being students of the Masters Program of the Faculty of Communication, Padjadjaran University who are running an online learning process, and the sample is 98 students. The process of collecting data in this study was by distributing online questionnaires using google form. The results of this study are that there is a significant relationship between online learning and work-life balance (H1), then there is a significant relationship between work-life balance and academic stress for Master Program students, Faculty of Communication Sciences, Padjadjaran University (H3), and there is also a relationship between There is a significant relationship between virtual meeting fatigue and academic stress for Master Program students of the Faculty of Communication, Padjadjaran University (H4).
Pengaruh Literasi Media Digital Terhadap Identifikasi Informasi Palsu Tentang Vaksin Covid-19 Galuh Aulia Ramadhanti; Henny Sri Mulyani; Kunto Adi Wibowo; Dadang Rahmat Hidayat; Pandan Yudhapramesti
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v6i2.8690

Abstract

Literasi media digital merupakan kemampuan individu dalam menganalisis informasi yang berada di media digital. Kemampuan literasi media ini sangat penting bagi manusia khususnya mahasiswa untuk dapat mengidentifikasi informasi palsu yang mengecohkan, khususnya informasi tentang dunia kesehatan. Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu untuk mengetahui pengaruh literasi media digital terhadap identifikasi informasi palsu tentang vaksin Covid-19, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tersebut, serta dimensi apa yang sangat berpengaruh kuat dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode survei. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh literasi media digital terhadap identifikasi informasi palsu tentang vaksin Covid-19 pada mahasiswa magister Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran dengan signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Besar pengaruh literasi media digital terhdapa identifikasi informasi palsu tentang vaksin Covid-19 sebesar 16,1%. Angka tersebut menunjukkan bahwa literasi digital masih cukup kurang. Pengaruh besar literasi media digital didapat dari dimensi critical consuming dengan hasil rata-rata 3,92 yang dalam kategori sangat tinggi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kemampuan literasi media digital yang berpengaruh sangat besar adalah kemampuan dari dimensi critical consuming dengan menganalisis dan mengkritisi informasi yang didapat dari media digital.Kata Kunci: Media, literasi media digital, identifikasi informasi palsu.
KONVERGENSI MEDIA SURAT KABAR LOKAL KALTENG POS: Media Convergence of Local Newspapers Kalteng Pos Muhammad Iqbal Rizaldy; Eni Maryani; Purwanti Hadisiwi; Pandan Yudhapramesti
Anterior Jurnal Vol. 21 No. 3 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i3.3705

Abstract

The development of technology, information, and communication requires print media specifically for local newspaper to keep up with the development of the digital era by conducting media convergence, the same thing was done by the local newspaper Kalteng Pos. This study aims to see how the strategies and models of media convergence are carried out by Kalteng Pos along with the elements of the media's political economy. This research uses descriptive qualitative method with data collection in the form of interviews, observations, and literature studies. The findings of this study are Kalteng Pos in its media convergence adopts the convergence continuum model, newsroom convergence model, and content convergence model. Then in relation to the political economy of the media, there are elements of commodification, spatialization, and structuration in media convergence from Kalteng Pos.
TREN KEBUTUHAN KUALIFIKASI JURNALIS RADIO PADA INDUSTRI RADIO SIARAN DI KOTA BANDUNG Pandan Yudhapramesti; Efi Fadilah
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.028 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6028

Abstract

Untuk mengetahui kualifikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia kerja, perguruan tinggi seyogyanya aktif melakukan pendekatan serta penelitian terhadap dunia kerja. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui serta merumuskan kualifikasi sumber daya manusia di bidang jurnalistik radio yang dibutuhkan oleh radio siaran dalam aspek pemahaman terhadap filosofi jurnalistik, karakter media, kemampuan mengolah pesan untuk siaran radio, serta pemahaman etika profesi.Penelitian dilakukan terhadap tiga stasiun radio siaran di Bandung yaitu Radio PR FM, Radio Republik Indonesia, dan Radio Litasari FM. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data diperoleh melalui pengamatan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwajurnalis radio yang dibutuhkan adalahyang memahami filosofi perannya sebagai pembawa pesan serta memahami karakteristik radio siaran agar optimal mengolah pesan untuk radio. Mereka juga  diharapkan dapat menjunjung tinggi etika profesi.  Sejalan dengan perkembangan teknologi berbasis internet,  para  jurnalis radio juga dituntut bekerja dalam pola kerja media konvergensi. Pengelola radio menyadari kesenjangan antara kondisi ideal dan real kualifikasi jurnalis radio,namun mengaku kesulitan mengatasinya. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk menyediakan calon jurnalis radio dengan kualifikasi yang memadai.